Monday, 30 June 2014

Penang & Langkawi (1)



Kolase 1


Kolase 2


So, here we go my first trip to Malaysia! Tujuan utamanya adalah Langkawi. Langkawi itu sebuah pulau kecil, di bagian utara Malaysia yang pantai utaranya berbatasan langsung dengan Thailand dan pantai selatannya menghadap Pulau Sumatra. Langkawi memang belum terlalu terkenal untuk wisatawan Indonesia. Tapi menurut orang Malaysia, Langkawi itu salah satu destinasi wisata favorit di negaranya, persis kayak Bali kata mereka. Belum terlalu lama juga dibuka untuk wisatawan asing, baru tahun 2013 yang lalu. Makanya jadi banyak yang belum pernah denger tentang Langkawi.

Sebelum sampai di Langkawi, aku mampir dulu ke Penang, tapi cuma sehari. Di Penang rencananya mau jalan-jalan dulu ke Georgetown, pusat kota Penang yang punya banyak street art bagus dan di sana bertebaran gedung-gedung dengan arsitektur kuno yang bersih dan rapi tertata. Keren ya? Emaang! Tapi ternyata nggak bisa lama di sana :( Jadi yang aku temuin dan pengalamanku selama di Penang adalah:

  1. Jalanan di Penang yang sepi. Sampai sana, sekitar jam 17.00 waktu setempat. Waktu Jakarta - Penang beda 1 jam, lebih cepat Penang. Nah begitu lihat jalanan di Penang.... Sepi banget. Padahal itu kan jam orang-orang pada pulang kantor. Terus, jalan-jalan di Penang itu bagus-bagus banget, bersih, lebar, dan ga ada yang berlubang sedikitpun. Tapi kontras dengan pengguna kendaraan bermotor di sana yang sedikit, jadi jalanannya terlihat lapang dan sepi. Dan hampir semua motor di Penang adalah motor Honda tahun 90-an di Indonesia: Honda Cup 700. Sooooo lawas.
  2. Central Market. Yang paling menarik di sana karena banyak banget penjual lukisan watercolour dan harga jualnya ngga main-main. Satu lukisan watercolour ukuran A4 (tidak full page) bisa dihargai RM 80. RM 1 = Rp 3.800,00 waktu itu. Lumayan kan? Indonesia memang harus banyak belajar untuk lebih menghargai karya seni, sekalipun itu ukurannya nggak seberapa, tapi orisinalitas ide itu yang dihargai tinggi.
  3. Georgetown. Cuma mampir sebentar sih, tepatnya di Kuil Leong San Tong Khoo Kongsi. Emang Malaysia juara banget masalah kedisiplinan, kebersihan, dan ketaatan masyarakat dengan peraturan pemerintahnya. Semua bangunannya rapi, bersih, cuma sedikit bangunan yang catnya mengelupas. Di gang-gang kecil pun pedestriannya tetap teratur dan nyaman buat dilalui orang-orang. Penataan tanaman-tanaman di rumah masyarakat juga ada peraturannya, jadi tidak semua jenis tanaman bisa terpampang di teras, dan masyarakat di sana patuh. Sehingga rumah-rumah penduduk rapi dan sangat tertata. Tidak akan mengganggu aktivitas pejalan kaki. Hebat ya? :"
  4. Bus Rapid Penang. Ini bus kota asli Penang yang pelayanannya sampai malam hari, sekitar jam 23.00 bus ini masih lalu-lalang di jalanan. Sangat memudahkan wisatawan buat jalan-jalan ke seluruh penjuru kota.
  5. Pantai, pantai, dan pantai. Ga terhitung pantai di Penang, banyak bangeeeet. Penang juga merupakan sebuah pulau kecil di Malaysia. Banyak sekali pantai di Penang karena hampir seluruh wilayahnya berbatasan dengan laut dan di sana juga masih banyak hutan.
  6. Lokasi antar objek wisata. Objek wisata di Penang emang bagus-bagus, tapi... jaraknya jauh. Itu sebabnya tiap mampir ke sebuah objek aku ga bisa lama-lama ada di sana, karena waktu tempuh ke setiap objek itu makan hampir 30-40 menit sendiri. Capek di jalan :(



    Ini sekitar jam 17.00 yang artinya jamnya orang-orang pulang kantor. Udah termasuk rame nih.

Sepi banget. Krik.

Suasana subuh, pagi hari, di Penang.  Cool!


Sepi

Pernah kalian merasa sangat kesepian dan kosong?
Bukan karena kesendirian
Tapi bahkan mimpi pun tak terbayang
Ingin dan angan sama sekali tak melintas
Barang sekelebat cahaya

Sangat sangat hampa
Bara semangat entah ke mana perginya
Hanya peluh kesah yang terasa
Lelah tanpa alasan, tanpa suara
Tanpa asa

Hidup lapang memang enak
Setiap hari hanya perlu tidur, terjaga, dan tidur lagi
Tidak perlu pusing
Tidak perlu banyak pikiran
Tidak perlu banyak tantangan
Nikmat ya

Tapi aku tidak hidup kalau tidak ada cobaan
Api tidak akan menyala kalau tidak ada gesekan

Benturan tidak pernah terasa tidak sakit
Bekal hidup baru muncul saat kau bangkit
Jangan berkelumit
Cepat angkat kepala
Tegakkan raga
Buat usaha dan segala capaian akhirnya

Sekarang!