Tuesday, 27 May 2014

Jangan Takut

Memang setiap orang harus punya cita-cita
Banyak yang bilang, bercita-cita saja setinggi langit
Agar saat jatuh, kamu masih jatuh di antara bintang-bintang
Aku mengikuti semua petuah untuk terbang tinggi
Aku tak peduli dengan kata orang
Aku tetap pergi dan berlari
Tanpa ragu dan tanpa henti.

Aku terus melakukannya
Aku terus mencari dan mencari
Meski kadang ada yang membuatku ragu, aku biarkan saja semua
Aku tetap kokoh dengan pendirian hati
Sampai suatu ketika, aku tak mendapatkan apa yang aku cari
Aku... Tidak berhasil.
Aku gagal. Aku kecewa
Sangat sakit hati.

Tak lama, seseorang datang menghampiriku
Ia berkata, "Sudah, jangan berang. Memang begitu jika berharap dan berangan jauh hingga terbang."
Benar juga, pikirku
Kemudian, ada orang lain menghadapku
Ia berkata, "Siapa suruh bermimpi hingga melayang?
Makanya, realistis. Apa adanya, tidak banyak mengarang.
Supaya tidak merasakan sakit yang berlebihan karna jatuh sampai ke jurang."
Benar juga, pikirku
Ya, semua perkataan mereka benar.

Iya, memang seharusnya begitu
Tidak seharusnya aku terlalu ambisius
Mengejar mimpi tapi tak mengukur kemampuan diri.

Tetapi, bukannya memang begini yang namanya bermimpi?
Bukankah perjalanan sebuah kapal layar pasti selalu melewati ombak besar dan kecil?
Aku harus selalu berusaha semampuku
Jika aku tidak bermimpi lebih dan terus berpikir maju
Aku hanya akan terbawa suasana
Semuanya akan biasa saja.

Kalian semua pasti tahu
Terjatuh itu menyakitkan
Memang pilu rasanya
Dan sangat mengecewakan
Tetapi, aku sudah sadar sebelum kalian menyadarinya
Karena aku terjatuh, aku bisa belajar untuk tegar
Kecewa itu menguatkan dan membesarkan hati
Sakit hati dan pilu yang mengajarkanku untuk berdiri lagi
Anak panah akan lebih kencang melesat jika ia ditarik mundur ke belakang.

Jangan menyerah, jangan takut, tetap percaya pada dirimu
Lebih baik merasakan jatuh sekarang
Agar esok kamu sudah bisa lebih siap dan tangguh
Saat mulai berlari lagi mengejar mimpi.

Sunday, 11 May 2014

Every time I feel down and sluggish, depressed or too lazy, their faces then appear on my mind.



Maybe it is a kind of signal but it happens all over again and again. Maybe it is God's way to make me focus and be happy alive again. And when they talk to me through my imagination, they merely say "Get up early. You won't go home with a big smile without a hardwork you do when you are away from us. Get up and catch the goals every day you set. Yesterday you said tomorrow, so make today count."

So, happy wedding anniversary, yah, bu. The image above may not so perfect as I desired to the artist who made it, but at least we have something that can be stared on and smiled at when we watch it, and quite durable for 2, 5, or 10 years from now on. Just to get remembered someday later: while my parents had their 20th wedding anniversary, I was 19, my brother Tsani was 16, and my little sissy was 6 years old. We were (still) so young and burning. 

Semut Merayap



"Every freshman in a college year will be so individual at the beginning. Every time I looked back at my past high school years I just think, 'Hell yeah college is a mess, I want my years of high school back.' But then try to settle down and look around, it is not just you; it is all of the newly accepted college men. Stop stressing about it! Just keep going, get focused, be yourself and open-minded. You have new friends and trust me they just feel the same way as you do. So, don't think too much about your past; because your old friends are having many new friends too; and get involved. Your new friends will help you too and you'll survive."



Kertas pink yang ditulisin kesan-pesan-kritik-saran dari temen-temen Semut.
Liat tuh sampe jelek banget kertasnya



27 April 2014 - Seharian terus sama Semut. Touring dari kampus Arsitektur lanjut sarapan di Taman Bungkul, ke Tugu Pahlawan, ke House of Sampoerna, makan siang bareng di Soto Lamongan Cak Har, dan berakhir di Kontrakan anak-anak cowok yang mendadak jadi basecamp. Di Kontrakan maunya ngadain games eat bulaga biar seru, tapi ga keturutan soalnya waktunya ga cukup. Langsung bakar-bakar jagung, bikin games kesan-pesan se-angkatan, sama yang terakhir kumpul bareng buat sesi terharu bersama, hahaha! Asli seru banget, capek, puas, seneng, semuanya deh pokoknya! Makasih buat perjuangan dan kebersamaan selama ini, Mut. Di  pengaderan, acara Road To Arch Project, evaluasi, urusan kuliah, sampe jalan-jalan bareng ini. Kita harus tambah kompak dan semoga semua ini lanjut terus yaa sampe besok, dan selama-lama-lamanya. Love you guyyysss! Sikat miring!

Sunday, 4 May 2014

19 Tahun 4 Bulan

Empat bulan yang lalu aku genap berusia 19 tahun. Ini ulang tahunku yang paling beda dari 18 ulang tahun sebelumnya. Kenapa? Soalnya ini pertama kalinya aku berulang tahun tanpa dikelilingi keluarga, teman-teman, dan orang-orang dekat lainnya. Ini juga pertama kalinya aku ulang tahun tapi ga ada yang ngasih surprise ke rumah atau  waktu aku bangun tiba-tiba udah ada kue tart besar banget di meja makan. Dan ini juga pertama kalinya aku ulang tahun tapi ga aku rayain dengan makan-makan atau hedon beli barang-barang mewah segala macem. Semua itu nggak ada.

Ulang tahunke kemarin tepat jatuh di hari Minggu, tanggal 5 Januari 2014, H-1 pengumpulan tugas besar Komunikasi Arsitektur. Di hari Sabtu aku udah ga tidur seharian buat ngerjain tugas itu, rencananya biar hari Minggunya bisa santai-santai. Ternyata perkiraanku salah, hari Sabtu menjelang Minggu aku masih harus nyelesein tugasku. Detik-detik menuju pergantian hari pun terjadi, dan aku cuma  bisa diam sambil ngeliatin jam dinding yang pelan-pelan jarumnya bergerak ke angka 12. Tik tok tik tok. Tik tok tik tok.Tik tok tik tok. Dan.......... Yea. Aku udah 19 tahun. Sendiri, di kamar kos, di depan tugas besar Kom-Ars yang ga selesai-selesai. Aku ga bisa ngapa-ngapain selain langsung memejamkan mata dan berdoa. Pasti udah bisa ditebak lah ya salah satu isi doanya apa.....

Aku berdoa lumayan lama, sampai ada momen nangis segala. Selesai berdoa, aku lanjut ngerjain tugas Kom-Ars. Aku udah pasrah aja sama apapun yang bakal terjadi di hari itu. Sunyi, senyap, diem banget rasanya. Ga ada yang ribut pagi-pagi neriakin "Selamat Ulang Tahun Uni Nanaa!!!" dari luar kamar. Seriously, sebagai anak yang baru pertama kali dan baru mulai merantau, rasanya kesepian dan kangen  banget sama rumah, apalagi waktu ulang tahun kayak gini. Kangen temen-temen di Jogja yang heboh kalo ngasih surprise. Waktu ulang tahun kemarin aku belum punya temen yang deket banget di kampus atau di kos-kosan, dan aku sama temen-temen seangkatan di Arsitektur masih sering jalan sendiri-sendiri, jadi belum terlalu akrab satu sama lain. Makin ngerasa kangen deh sama temen-temen.

Akhirnya, seharian itu aku habisin buat nyelesein tugas Kom-Ars. Beneran deh, seharian itu aku ga keluar kamar kosan bahkan, demi menyelesaikan tugas Kom-Ars yang dosennya paling ganteng se-Jurusan Arsitektur ITS Surabaya. Dan walaupun banyak telpon, SMS, mention twitter, chat Line, chat BBM, atau yang lain-lain yang masuk ke HP buat ngucapin selamat ulang tahun, tapi tetep aja rasanya beda. Seneng sih, tapi rasanya semu. Sumringah, tapi tetep aja ada yang ganjel. Banyak sih temen-temen kampus yang ngucapin 'Selamat Ulang Tahun Nana!', tapi rasanya nggak greget dan malah makin kangen sama temen-temen di Jogja. Bersyukur, tapi masih selalu kepikiran sama perayaan tahun-tahun sebelumnya.

Well, jujur aja, kejadin kayak gini yang bikin aku makin memaknai arti rumah, keluarga, dan sahabat. Hal-hal memorable dalam hidup yang harusnya bisa dirayain bareng orang-orangg dekat dan tersayang justru terjadi sebaliknya; aku ngerayain ini sendirian tanpa ada hal istimewa satupun yang terjadi selama sehari itu. Miserable? Iya, emang sih. Tapi di sisi lain aku juga malah bisa ngerasain makna pertambahan usia yang sebenernya. Waktu aku berdoa, aku jadi inget sama semua hal yang udah terjadi selama 18 tahun ke belakang. Aku jadi bisa khusyu' berdoa, bersyukur, dan menghargai semua yang udah punyai dengan kesederhanaan. Karena aku ga perlu mikir yang aneh-aneh, aku ga perlu mikir 'Kapan ya temen-temenku bakal ke sini kasih surprise?', atau 'Ayah Ibu bakal kasih aku kado apa ya nanti?', atau harapan-harapan lain. Aku jadi mikir, apa yang bakal aku lakukan ke depan buat bikin Ayah Ibu bangga, kesalahan apa aja selama ini yang udah aku lakukan, apa yang kurang dari kepribadianku selama ini, gimana sikapku ke temen-temen, ibadahku udah bagus apa belum, dan hal-hal lain yang semuanya cuma tertuju sama kemawasan diri. Simpel kan? Iya. Tapi malah ini yang belum pernah aku lakukan di setiap perayaan ulang tahunku sebelum-sebelumnya. Faktor kedewasaan juga sih ya mungkin.

Kesendirian ga selalu bikin kita jadi kurang bermakna kok, bahkan di saat-saat penting dalam hidup, contohnya di momen ulang tahun kita sendiri. Kita cuma harus cari sudut pandang lain biar kita tetep ngerasa bahagia dan punya tujuan. Ga ada mewah-mewahan kemarin, tapi ucapan syukur dan panjatan doa dari hati yang tulus udah cukup bikin aku semangat buat jadi yang lebih baik dan merasa ga sendirian. Yes, God is good. Allah never leaves me alone even when I felt really need to be surrounded by my beloved people.