Wednesday, 9 July 2014

Pemilu Kita



Rabu, 9 Juli 2014 - Hari ini Indonesia merayakan kembali pesta demokrasi yang terjadi selama 5 tahun sekali; Pemilihan Umum Presiden. Pemilu 2014 ini lebih terasa semangat demokrasinya. Antusiasme yang menular hingga seluruh pelosok negeri dan penjuru dunia. Orang-orang dengan sukacita pergi ke TPS umtuk memilih pimpinan idaman masing-masing. Tidak bisa dipungkiri, sosok dan latar belakang dua pasang calon presiden dan calon wakil presiden yang ada saat ini memang lebih menarik dan punya aura dahsyat yang bisa menyedot perhatian sekian juta bangsa Indonesia. Bahkan seniman, anak muda, orang tua, dan orang-orang yang awalnya memilih untuk golput dan cuek dengan calon presidennya, kini memutuskan untuk menggunakan hak pilihnya.

Apapun hasilnya, semoga pimpinan kita hingga 2019 ini nanti dapat mengemban amanah dengan baik, mewujudkan mimpi-mimpi kita semua yang haus akan perubahan besar, dan tetap memegang janji untuk menjaga kepercayaan masyarakat Indonesia terhadap dirinya dengan tulus dan tanpa pamrih. 

Dan kita, sebagai warga negara yang baik dan mencoba untuk membenahi kembali Indonesia yang kondisi politik dan hukumnya sedang kacau balau ini, kita harus percaya dengan Presiden dan Wakli Presiden kita dengan ikhlas dan sepenuh hati; siapapun yang memenangi pemilu ini. Sekalipun presiden yang kita pilih tidak dapat menjadi orang no.1 di Tanah Air, tapi kita harus sportif, tetap mendukung, dan tentu saja mawas diri. Percayalah, Tuhan sudah punya rencana baik untuk Indonesia selama 5 tahun ke depan. 

Mari kita berdoa untuk hasil yang terbaik pada tanggal 22 Juli 2014 nanti. Hari di mana kita akan melihat dua sosok yang akan menjadi Bapak kita semua hingga tahun 2019, yang akan membuka lembaran baru dan memberikan secercah harapan untuk setiap kehidupan seluruh penghuni Bumi Pertiwi.

Thursday, 3 July 2014

Penang & Langkawi (2)

Mangrove Tour, Dataran Lang, & Bat Cave.



Panorama Langkawi SkyCab & Pantai Cenang.



Perjalanan dari Penang ke Langkawi ditempuh naik kapal ferry, sekitar 40 menit. Di Langkawi juga banyak pantai, sama kayak Penang, tapi suasana daerah pesisirnya lebih mirip dengan Kuta, Bali. Karena tujuan utama liburan ini ke Langkawi, jadi emang di sini aku mengunjungi lebih banyak objek wisata daripada di Penang.  Let's start this vacation!


Langkawi Underwater World. 


Ada penguin!

Objek ini hampir sama kayak SeaWorld kalau di Indonesia, tapi bedanya di dalamnya ada mini-zoo juga. Di mini-zoo cuma ada binatang-binatang reptil sama beberapa unggas. Bagian yang bikin tempat ini mirip sama SeaWorld karena ada aquarium raksasa yang punya terowongan kaca di bawahnya, jadi kita bisa liat ikan-ikan berenang dari bawah aquarium. Ada penguin juga di sini! Sayang, koleksi binatangnya masih belum sebanyak SeaWorld.


Mangrove Tour: Kilim Geoforest Park and Bat Cave.


That's my bro

Hutan bakau


Kilim Geoforest Park adalah area konservasi hutan bakau yang dibuat oleh Pemerintah Malaysia setelah bencana tsunami 2004 untuk 'melindungi' Pulau Langkawi jika terjadi tsunami lagi. Kilim Geo Park ini menghubungkan perbatasan perairan Malaysia langsung dengan pantai-pantai di Thailand karena Pulau Langkawi memang berada di Malaysia bagian utara. Jadi kalau mau ke Thailand langsung juga bisa sebenernya, waktu tempuhnya cuma sekitar 30 menit kalau naik ferry. Lumayan kan buat ngisi paspor B-)

Di Kilim Geo Park, ada dermaga kecil sebagai tempat penangkaran ikan pari, ikan tembak (aku nggak tau nama ikannya apa, pokoknya dia kalo nyari makan caranya nembakin makanannya pakai air dari mulut sampai makanannya turun ke air), dan berbagai macam terumbu karang. Terus, Kilim ini jadi habitatnya burung elang putih dan elang merah yang jadi simbol utama Langkawi.


Yang hitam kecil-kecil itu kelelawarnya

Final stop dari mangrove tour ini adalah Bat Cave. Aku kira Bat Cave itu cuma nama goanya aja, tapi ternyata di dalamnya bener-bener masih jadi habitat kelelawar dan kelelawarnya banyaaaaaaaaaak banget. Serem sendiri -_- Waktu masuk ke dalam goa kita harus tenang dan tanpa bawa sumber cahaya apapun selain lampu senter, takutnya nanti ganggu kelelawar yang lagi tidur. Terakhir, di ujung rute Bat Cave ini kita bisa lihat monyet-monyet berkeliaran dengan seenaknya, lagi cari makan atau lagi gendong anak, dan mereka semua jinak.

Sejujurnya, Kilim Geoforest Park itu mirip banget sama Green Canyon di Pangandaran, Jawa Barat, malah lebih bagus Green Canyon menurutku hehehe =) Bedanya, di sini dermaganya lebih bersih (you don't say lah ya), kapal motornya lebih modern dan lebih bagus, dan rute perjalanan selama kunjungan (terutama di Bat Cave) yang lebih terarah dan jelas. Jadi wisatawan yang datang bisa menikmati objek dengan nyaman, nggak semarwut, dan nggak rebutan waktu masuk dan keluar objek.


Datarang Lang.





Ikonnya Langkawi, yaitu monumen patung burung elang merah yang besaaaaaar sekali dan ada tulisan 'Langkawi' di depan patungnya. Kalau belum foto di sini belum ke Langkawi namanya.


Panorama Langkawi SkyCab.

Tempat paling berkesan selama kunjungan di Langkawi. Cable car (habis ini sebutnya gondola aja ya) ini 'berjalan' di atas kanopi hutan hujan, dari shelter di bawah menuju ke puncak Gunung Matchinchang setinggi lebih dari 700m di atas permukaan laut. Pemandangan paling indah itu waktu sampai di gardu pandang pos paling atas. Di sana kita bisa lihat pemandangan hutan hijau yang luaaaaaaaas sekali, laut biru yang kayak ga ada batas akhirnya, pulau-pulau kecil di sekitar Langkawi, dan pantai-pantai di Langkawi yang bagus-bagus bangeeeeeeett! Terus, pemandangan yang paling bikin gemeteran itu aku lihat waktu gondolanya mulai jalan naik, dari shelter bawah ke shelter tengah, terus dari shelter tengah ke shelter paling atas alias ke puncak Gunung Matchinchang. Gilaaaaaa!!!! Tinggi bangeeeeeeetttt!!!!!!! Subhanallah, serius, di sana kita jadi ngerasa kecil upil ga ada apa-apanya dibanding semua yang ada di dunia :")


Waktu naik menuju shelter tengah. Tinggi bangeeeeeeet aaaaaaaaaa!!!!

Skybridge yang masih dibangun




Pantai Cenang.


Objek terakhir buat liburan di Langkawi ini :") Masih banyak yang belum tahu dan mengunjungi pantai ini, jadi pasirnya yang putih masih halus dan lembut banget. Airnya juga biru, jernih. Ada watersports juga di sini kayak jetski, banana boat, dan parasailing, tapi masih kalah seru sama watersports di Bali =) Di sini bener-bener dipuasin main airnya sampai dapet sunset juga. Lumayan seru dan asik buat jadi penutup kunjungan ke Langkawi. ;)









Oke, sekian dulu ya review liburanku kemarin. Malaysia emang punya tempat-tempat wisata yang keren dan bagus-bagus, di tambah lagi sama pelayanan masyarakat di sana yang ramah dan pastinya kedisiplinan mereka yang sangat patut kita contoh. Tapi kalau dibandingin sama tempat-tempat liburan di Indonesia, mereka semua ga ada apa-apanya, terutama objek wisata alamnya (contohnya Kilim Geoforest Park). Serius, Indonesia itu punya lebih dari segala-galanya daripada negara tetangga kita yang satu ini. Wisata alam Indonesia melimpah jumlahnya, bisa kita temuin di sudut daerah manapun di Indonesia, dan keindahannya pasti super keren ga ada duanya. Cuma bedanya, masyarakat Indonesia belum terlalu sadar kalau kita harus lebih disiplin, teratur, dan peduli untuk menjaga tempat-tempat wisata yang kita punya supaya para wisatawan yang datang lebih nyaman dan punya kesan baik waktu ninggalin objek tadi. Jadi, kalau travelling ke objek wisata di negara sendiri jangan ikut-ikutan buang sampah sembarangan ya, paling nggak kita usaha buat menjaga keindahan alam bumi kita. Syukur-syukur nular ke orang-orang. 

Travelling memang bikin kita selalu punya semangat dan pemikiran baru untuk merubah perilaku kita jadi lebih baik karena segala hal yang kita temukan di daerah tujuan selalu mengingatkan kita dengan tanah tempat kita berasal. 


So, travel a lot! You are not destined to live in one place.

Monday, 30 June 2014

Penang & Langkawi (1)



Kolase 1


Kolase 2


So, here we go my first trip to Malaysia! Tujuan utamanya adalah Langkawi. Langkawi itu sebuah pulau kecil, di bagian utara Malaysia yang pantai utaranya berbatasan langsung dengan Thailand dan pantai selatannya menghadap Pulau Sumatra. Langkawi memang belum terlalu terkenal untuk wisatawan Indonesia. Tapi menurut orang Malaysia, Langkawi itu salah satu destinasi wisata favorit di negaranya, persis kayak Bali kata mereka. Belum terlalu lama juga dibuka untuk wisatawan asing, baru tahun 2013 yang lalu. Makanya jadi banyak yang belum pernah denger tentang Langkawi.

Sebelum sampai di Langkawi, aku mampir dulu ke Penang, tapi cuma sehari. Di Penang rencananya mau jalan-jalan dulu ke Georgetown, pusat kota Penang yang punya banyak street art bagus dan di sana bertebaran gedung-gedung dengan arsitektur kuno yang bersih dan rapi tertata. Keren ya? Emaang! Tapi ternyata nggak bisa lama di sana :( Jadi yang aku temuin dan pengalamanku selama di Penang adalah:

  1. Jalanan di Penang yang sepi. Sampai sana, sekitar jam 17.00 waktu setempat. Waktu Jakarta - Penang beda 1 jam, lebih cepat Penang. Nah begitu lihat jalanan di Penang.... Sepi banget. Padahal itu kan jam orang-orang pada pulang kantor. Terus, jalan-jalan di Penang itu bagus-bagus banget, bersih, lebar, dan ga ada yang berlubang sedikitpun. Tapi kontras dengan pengguna kendaraan bermotor di sana yang sedikit, jadi jalanannya terlihat lapang dan sepi. Dan hampir semua motor di Penang adalah motor Honda tahun 90-an di Indonesia: Honda Cup 700. Sooooo lawas.
  2. Central Market. Yang paling menarik di sana karena banyak banget penjual lukisan watercolour dan harga jualnya ngga main-main. Satu lukisan watercolour ukuran A4 (tidak full page) bisa dihargai RM 80. RM 1 = Rp 3.800,00 waktu itu. Lumayan kan? Indonesia memang harus banyak belajar untuk lebih menghargai karya seni, sekalipun itu ukurannya nggak seberapa, tapi orisinalitas ide itu yang dihargai tinggi.
  3. Georgetown. Cuma mampir sebentar sih, tepatnya di Kuil Leong San Tong Khoo Kongsi. Emang Malaysia juara banget masalah kedisiplinan, kebersihan, dan ketaatan masyarakat dengan peraturan pemerintahnya. Semua bangunannya rapi, bersih, cuma sedikit bangunan yang catnya mengelupas. Di gang-gang kecil pun pedestriannya tetap teratur dan nyaman buat dilalui orang-orang. Penataan tanaman-tanaman di rumah masyarakat juga ada peraturannya, jadi tidak semua jenis tanaman bisa terpampang di teras, dan masyarakat di sana patuh. Sehingga rumah-rumah penduduk rapi dan sangat tertata. Tidak akan mengganggu aktivitas pejalan kaki. Hebat ya? :"
  4. Bus Rapid Penang. Ini bus kota asli Penang yang pelayanannya sampai malam hari, sekitar jam 23.00 bus ini masih lalu-lalang di jalanan. Sangat memudahkan wisatawan buat jalan-jalan ke seluruh penjuru kota.
  5. Pantai, pantai, dan pantai. Ga terhitung pantai di Penang, banyak bangeeeet. Penang juga merupakan sebuah pulau kecil di Malaysia. Banyak sekali pantai di Penang karena hampir seluruh wilayahnya berbatasan dengan laut dan di sana juga masih banyak hutan.
  6. Lokasi antar objek wisata. Objek wisata di Penang emang bagus-bagus, tapi... jaraknya jauh. Itu sebabnya tiap mampir ke sebuah objek aku ga bisa lama-lama ada di sana, karena waktu tempuh ke setiap objek itu makan hampir 30-40 menit sendiri. Capek di jalan :(



    Ini sekitar jam 17.00 yang artinya jamnya orang-orang pulang kantor. Udah termasuk rame nih.

Sepi banget. Krik.

Suasana subuh, pagi hari, di Penang.  Cool!


Sepi

Pernah kalian merasa sangat kesepian dan kosong?
Bukan karena kesendirian
Tapi bahkan mimpi pun tak terbayang
Ingin dan angan sama sekali tak melintas
Barang sekelebat cahaya

Sangat sangat hampa
Bara semangat entah ke mana perginya
Hanya peluh kesah yang terasa
Lelah tanpa alasan, tanpa suara
Tanpa asa

Hidup lapang memang enak
Setiap hari hanya perlu tidur, terjaga, dan tidur lagi
Tidak perlu pusing
Tidak perlu banyak pikiran
Tidak perlu banyak tantangan
Nikmat ya

Tapi aku tidak hidup kalau tidak ada cobaan
Api tidak akan menyala kalau tidak ada gesekan

Benturan tidak pernah terasa tidak sakit
Bekal hidup baru muncul saat kau bangkit
Jangan berkelumit
Cepat angkat kepala
Tegakkan raga
Buat usaha dan segala capaian akhirnya

Sekarang!

Tuesday, 27 May 2014

Jangan Takut

Memang setiap orang harus punya cita-cita
Banyak yang bilang, bercita-cita saja setinggi langit
Agar saat jatuh, kamu masih jatuh di antara bintang-bintang
Aku mengikuti semua petuah untuk terbang tinggi
Aku tak peduli dengan kata orang
Aku tetap pergi dan berlari
Tanpa ragu dan tanpa henti.

Aku terus melakukannya
Aku terus mencari dan mencari
Meski kadang ada yang membuatku ragu, aku biarkan saja semua
Aku tetap kokoh dengan pendirian hati
Sampai suatu ketika, aku tak mendapatkan apa yang aku cari
Aku... Tidak berhasil.
Aku gagal. Aku kecewa
Sangat sakit hati.

Tak lama, seseorang datang menghampiriku
Ia berkata, "Sudah, jangan berang. Memang begitu jika berharap dan berangan jauh hingga terbang."
Benar juga, pikirku
Kemudian, ada orang lain menghadapku
Ia berkata, "Siapa suruh bermimpi hingga melayang?
Makanya, realistis. Apa adanya, tidak banyak mengarang.
Supaya tidak merasakan sakit yang berlebihan karna jatuh sampai ke jurang."
Benar juga, pikirku
Ya, semua perkataan mereka benar.

Iya, memang seharusnya begitu
Tidak seharusnya aku terlalu ambisius
Mengejar mimpi tapi tak mengukur kemampuan diri.

Tetapi, bukannya memang begini yang namanya bermimpi?
Bukankah perjalanan sebuah kapal layar pasti selalu melewati ombak besar dan kecil?
Aku harus selalu berusaha semampuku
Jika aku tidak bermimpi lebih dan terus berpikir maju
Aku hanya akan terbawa suasana
Semuanya akan biasa saja.

Kalian semua pasti tahu
Terjatuh itu menyakitkan
Memang pilu rasanya
Dan sangat mengecewakan
Tetapi, aku sudah sadar sebelum kalian menyadarinya
Karena aku terjatuh, aku bisa belajar untuk tegar
Kecewa itu menguatkan dan membesarkan hati
Sakit hati dan pilu yang mengajarkanku untuk berdiri lagi
Anak panah akan lebih kencang melesat jika ia ditarik mundur ke belakang.

Jangan menyerah, jangan takut, tetap percaya pada dirimu
Lebih baik merasakan jatuh sekarang
Agar esok kamu sudah bisa lebih siap dan tangguh
Saat mulai berlari lagi mengejar mimpi.

Sunday, 11 May 2014

Every time I feel down and sluggish, depressed or too lazy, their faces then appear on my mind.



Maybe it is a kind of signal but it happens all over again and again. Maybe it is God's way to make me focus and be happy alive again. And when they talk to me through my imagination, they merely say "Get up early. You won't go home with a big smile without a hardwork you do when you are away from us. Get up and catch the goals every day you set. Yesterday you said tomorrow, so make today count."

So, happy wedding anniversary, yah, bu. The image above may not so perfect as I desired to the artist who made it, but at least we have something that can be stared on and smiled at when we watch it, and quite durable for 2, 5, or 10 years from now on. Just to get remembered someday later: while my parents had their 20th wedding anniversary, I was 19, my brother Tsani was 16, and my little sissy was 6 years old. We were (still) so young and burning. 

Semut Merayap



"Every freshman in a college year will be so individual at the beginning. Every time I looked back at my past high school years I just think, 'Hell yeah college is a mess, I want my years of high school back.' But then try to settle down and look around, it is not just you; it is all of the newly accepted college men. Stop stressing about it! Just keep going, get focused, be yourself and open-minded. You have new friends and trust me they just feel the same way as you do. So, don't think too much about your past; because your old friends are having many new friends too; and get involved. Your new friends will help you too and you'll survive."



Kertas pink yang ditulisin kesan-pesan-kritik-saran dari temen-temen Semut.
Liat tuh sampe jelek banget kertasnya



27 April 2014 - Seharian terus sama Semut. Touring dari kampus Arsitektur lanjut sarapan di Taman Bungkul, ke Tugu Pahlawan, ke House of Sampoerna, makan siang bareng di Soto Lamongan Cak Har, dan berakhir di Kontrakan anak-anak cowok yang mendadak jadi basecamp. Di Kontrakan maunya ngadain games eat bulaga biar seru, tapi ga keturutan soalnya waktunya ga cukup. Langsung bakar-bakar jagung, bikin games kesan-pesan se-angkatan, sama yang terakhir kumpul bareng buat sesi terharu bersama, hahaha! Asli seru banget, capek, puas, seneng, semuanya deh pokoknya! Makasih buat perjuangan dan kebersamaan selama ini, Mut. Di  pengaderan, acara Road To Arch Project, evaluasi, urusan kuliah, sampe jalan-jalan bareng ini. Kita harus tambah kompak dan semoga semua ini lanjut terus yaa sampe besok, dan selama-lama-lamanya. Love you guyyysss! Sikat miring!

Sunday, 4 May 2014

19 Tahun 4 Bulan

Empat bulan yang lalu aku genap berusia 19 tahun. Ini ulang tahunku yang paling beda dari 18 ulang tahun sebelumnya. Kenapa? Soalnya ini pertama kalinya aku berulang tahun tanpa dikelilingi keluarga, teman-teman, dan orang-orang dekat lainnya. Ini juga pertama kalinya aku ulang tahun tapi ga ada yang ngasih surprise ke rumah atau  waktu aku bangun tiba-tiba udah ada kue tart besar banget di meja makan. Dan ini juga pertama kalinya aku ulang tahun tapi ga aku rayain dengan makan-makan atau hedon beli barang-barang mewah segala macem. Semua itu nggak ada.

Ulang tahunke kemarin tepat jatuh di hari Minggu, tanggal 5 Januari 2014, H-1 pengumpulan tugas besar Komunikasi Arsitektur. Di hari Sabtu aku udah ga tidur seharian buat ngerjain tugas itu, rencananya biar hari Minggunya bisa santai-santai. Ternyata perkiraanku salah, hari Sabtu menjelang Minggu aku masih harus nyelesein tugasku. Detik-detik menuju pergantian hari pun terjadi, dan aku cuma  bisa diam sambil ngeliatin jam dinding yang pelan-pelan jarumnya bergerak ke angka 12. Tik tok tik tok. Tik tok tik tok.Tik tok tik tok. Dan.......... Yea. Aku udah 19 tahun. Sendiri, di kamar kos, di depan tugas besar Kom-Ars yang ga selesai-selesai. Aku ga bisa ngapa-ngapain selain langsung memejamkan mata dan berdoa. Pasti udah bisa ditebak lah ya salah satu isi doanya apa.....

Aku berdoa lumayan lama, sampai ada momen nangis segala. Selesai berdoa, aku lanjut ngerjain tugas Kom-Ars. Aku udah pasrah aja sama apapun yang bakal terjadi di hari itu. Sunyi, senyap, diem banget rasanya. Ga ada yang ribut pagi-pagi neriakin "Selamat Ulang Tahun Uni Nanaa!!!" dari luar kamar. Seriously, sebagai anak yang baru pertama kali dan baru mulai merantau, rasanya kesepian dan kangen  banget sama rumah, apalagi waktu ulang tahun kayak gini. Kangen temen-temen di Jogja yang heboh kalo ngasih surprise. Waktu ulang tahun kemarin aku belum punya temen yang deket banget di kampus atau di kos-kosan, dan aku sama temen-temen seangkatan di Arsitektur masih sering jalan sendiri-sendiri, jadi belum terlalu akrab satu sama lain. Makin ngerasa kangen deh sama temen-temen.

Akhirnya, seharian itu aku habisin buat nyelesein tugas Kom-Ars. Beneran deh, seharian itu aku ga keluar kamar kosan bahkan, demi menyelesaikan tugas Kom-Ars yang dosennya paling ganteng se-Jurusan Arsitektur ITS Surabaya. Dan walaupun banyak telpon, SMS, mention twitter, chat Line, chat BBM, atau yang lain-lain yang masuk ke HP buat ngucapin selamat ulang tahun, tapi tetep aja rasanya beda. Seneng sih, tapi rasanya semu. Sumringah, tapi tetep aja ada yang ganjel. Banyak sih temen-temen kampus yang ngucapin 'Selamat Ulang Tahun Nana!', tapi rasanya nggak greget dan malah makin kangen sama temen-temen di Jogja. Bersyukur, tapi masih selalu kepikiran sama perayaan tahun-tahun sebelumnya.

Well, jujur aja, kejadin kayak gini yang bikin aku makin memaknai arti rumah, keluarga, dan sahabat. Hal-hal memorable dalam hidup yang harusnya bisa dirayain bareng orang-orangg dekat dan tersayang justru terjadi sebaliknya; aku ngerayain ini sendirian tanpa ada hal istimewa satupun yang terjadi selama sehari itu. Miserable? Iya, emang sih. Tapi di sisi lain aku juga malah bisa ngerasain makna pertambahan usia yang sebenernya. Waktu aku berdoa, aku jadi inget sama semua hal yang udah terjadi selama 18 tahun ke belakang. Aku jadi bisa khusyu' berdoa, bersyukur, dan menghargai semua yang udah punyai dengan kesederhanaan. Karena aku ga perlu mikir yang aneh-aneh, aku ga perlu mikir 'Kapan ya temen-temenku bakal ke sini kasih surprise?', atau 'Ayah Ibu bakal kasih aku kado apa ya nanti?', atau harapan-harapan lain. Aku jadi mikir, apa yang bakal aku lakukan ke depan buat bikin Ayah Ibu bangga, kesalahan apa aja selama ini yang udah aku lakukan, apa yang kurang dari kepribadianku selama ini, gimana sikapku ke temen-temen, ibadahku udah bagus apa belum, dan hal-hal lain yang semuanya cuma tertuju sama kemawasan diri. Simpel kan? Iya. Tapi malah ini yang belum pernah aku lakukan di setiap perayaan ulang tahunku sebelum-sebelumnya. Faktor kedewasaan juga sih ya mungkin.

Kesendirian ga selalu bikin kita jadi kurang bermakna kok, bahkan di saat-saat penting dalam hidup, contohnya di momen ulang tahun kita sendiri. Kita cuma harus cari sudut pandang lain biar kita tetep ngerasa bahagia dan punya tujuan. Ga ada mewah-mewahan kemarin, tapi ucapan syukur dan panjatan doa dari hati yang tulus udah cukup bikin aku semangat buat jadi yang lebih baik dan merasa ga sendirian. Yes, God is good. Allah never leaves me alone even when I felt really need to be surrounded by my beloved people.