Saturday, 24 November 2012

Accepting Everything What May Come

Malam ini akan aku bagi ceritaku tentang sesuatu yang sudah membuka diriku dan me-refresh pikiranku. I hope you enjoy this.

------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Semua berawal Sabtu minggu lalu. Sejak pagi berangkat sekolah, aku sudah merasa tidak enak badan dan tidak ingin beraktivitas terlalu banyak. Semua berlalu normal dan baik-baik saja, sampai akhirnya tibalah jam pelajaran Matematika, tepatnya jam terakhir sekolah. Guruku, bu Lilik, membagikan kertas hasil ulangan dari 3 ulangan terakhir. Aku ambil 3 kertas punyaku, dan hasilnya? Hah, aku remidi, semuanya, dari 3 bab integral yang diujikan. Oke, selama ini aku memang selalu remidi setiap ulangan matemaika bu Lilik. Tapi aku tidak terlalu mempermasalahkan itu. Aku berusaha bersikap biasa-biasa saja.

Tapi ternyata kepura-puraanku tidak bertahan lama. Seperti yang aku bilang, mulanya aku hanya merasa sedikit kecewa dengan hasil ulangan-ulanganku tadi, karena teman-teman kebanyakan hanya remidi 2 ulangan sedangkan aku remidi 3 ulangan; semua. 5, 10, 15 menit, rasanya hambar. Lambat laun, aku merasa gerah dengan sikap sok baik dan sok menerima yang aku tunjukkan. Aku mulai diam, kemudian emosi, lalu menjadi sangat jutek dan akhirnya saat ada seorang teman yang menyapaku, aku menjawabnya dengan bentakan keras dan sangat tidak terkontrol. Sumpah, rasanya aku benar-benar ingin marah seketika itu juga ke semua orang.

Kalian tahu apa yang aku rasakan saat itu? Sakit hati, marah, dan rasanya semua orang itu salah, apalagi teman-teman sekelasku. Sebenarnya ini hanya karena aku merasa tidak mendapat hal yang sama; aku dan teman-teman belajar untuk 3 ulangan tadi bersama-sama, tapi ternyata justru teman-teman yang punya nilai lebih bagus dari aku. Aku merasa aku sudah bekerja keras sama seperti yang teman-teman lakukan, tapi kok hasilku bisa lebih jelek? Aku merasa ini semua nggak adil, tapi aku nggak mau menyalahkan Allah, karena aku tahu Allah Mahaadil dan Mahasempurna, jadi aku nggak mau menyalahkan Dia. Imbasnya, aku merasa orang-orang disekitarku yang nggak adil sama aku, ya termasuk teman-temanku ini. Sampai-sampai aku merasa sangat amat kecewa dengan semua perbuatan mereka selama ini; aku benci mereka; aku menghindar dari mereka; aku sama sekali nggak ingin bertemu mereka. Menurutku saat itu, merekalah sumber sakit hatiku.

Pulang sekolah, saat ada foto kelas untuk buku tahunan, aku dingin terhadap semua orang. Sore harinya, aku ada les bahasa Prancis dan waktu itu ada ujian. Aku merasa semakin hancur dan nggak fokus sama sekali saat mengerjakan ujian. Malam harinya, saat aku benar-benar merasa ingin sendirian, tiba-tiba seorang teman; dari beda kelas; mengajakku pergi ke undangan pernikahan guruku. Aku menerima ajakannya karena aku rasa itu bisa jadi obat yang ampuh untuk sakit hatiku ini; tapi aku salah besar. Dua orang sahabatku; teman sekelasku; datang bersama kami. Ya Allah, rencana-Mu macam apalagi ini? Aku sedang tidak ingin berbicara dengan teman-teman kelasku, tapi ini malah sahabatku yang ikut pergi bersama. Kacau, kacau, kacau!

Aku cuma bisa diam selama perjalanan. Saat sampai venue acara, aku cuma bisa bicara sedikit. Waktu pulang, aku menjadi lebih cair karena aku berusaha ceria menggunakan trik 'pura-pura'. Iya, pura-pura ceria supaya 2 sahabatku tadi nggak curiga kalau aku lagi sakit hati sama mereka. Dan, yes, berhasil.

Esok harinya, Minggu, aku tidak keluar rumah bahkan untuk semenit saja. Aku masih merasa sangat sedih dan capek. Malam harinya, aku bercerita semua keluh kesahku pada orangtua. Awalnya mereka malah memberi saran supaya aku lebih banyak berdoa dan ibadah karena nilai ulangan yang memburuk. Tapi setelah aku cerita lebih banyak lagi, merekapun jadi mengerti masalahku dan mereka memberiku jawaban yang sangat bijaksana............... Ini jawabannya:

"Ya sudah, nggak apa, itu wajar. Nana mungkin harus bersikap lebih pasif dari biasanya. Ngomong seadanya kalau ketemu temen-temen, Nana menyibukkan diri sendiri aja. Wajar kalau Nana kecewa dan sakit hati. Tapi perasaan seperti ini jangan dipupuk lebih lama. Nana kecewa bukan karena Nana nggak bisa, tapi karena Nana merasa orang lain mendapat hal yang lebih dari Nana, padahal Nana pikir Nana lebih bekerja keras dari orang itu. Tetap beraktivitas seperti biasa, tapi jangan sampai menunjukkan kalau Nana lagi down banget."

Iya, jawabannya sama dengan postinganku sebelumnya. :) 

Senin, aku masih menanam perkataan ayah dan ibu dalam pikiranku. Hari itu, aku ikut kegiatan Outdoor Study kelas XI karena aku ditunjuk sebagai asisten mereka. Untung Outdoor Study kali ini ada di Pantai Goa Cemara, jadi aku bisa keluar dari lingkunganku yang membosankan dan menyakitkan buatku. Aku jadi benar-benar fokus membantu adek-adek ini cari ide untuk bahan penelitian mereka. Selama perjalanan berangkat dan pulang aku cuma tidur di bus. Sampai di rumah, aku hanya merasa 5% lebih baik dari hari sebelumnya.

Selasa. Dari awal aku sudah berencana untuk nggak berbicara banyak dengan teman-teman, sama seperti yang ayah bilang. Semua bertahan sesuai harapan sampai jam pelajaran ke-4. Sayangnya, jam pelajaran selanjutnya adalah pelajaran TIK. Padahal, waktu itu TIK ada tugas kelompok yang harus dikerjakan BERSAMA TEMAN. Aku benciiiiiii banget waktu itu. Tapi apa daya, akhirnya aku cuma mengikuti arus. Aku berusaha bersikap semanis mungkin dan ingat perkataan ayah: "Tetap beraktivitas seperti biasa, tapi jangan sampai menunjukkan kalau Nana lagi down banget." Oke. Artinya aku harus berusaha terbuka dengan teman-teman; aku harus jujur dengan hati sendiri, kalau merasa sudah baikan, ya nggak perlu bersikap dingin dan jutek lagi ke teman-teman. Yap, deal. Aku janji, aku jujur dengan diriku sendiri.

And it truly worked out. Aku merasa baikan lagi. Aku bisa senyum sedikit-sedikit, bisa adu pendapat lagi, berani lihat wajah mereka satu persatu lagi, dan akhirnya aku bisa ketawa-ketiwi lagi sama mereka. Aku lega. Aku bahagia. Aku senang. Aku merasa lebih tenang.

Malam harinya, aku merasa semua seperti dinetralkan lagi. Aku bisa membuang pikiran-pikiran buruk tentang teman-teman, aku bisa berpikir lebih jernih saat belajar, aku dapat memandang segala hal menjadi lebih luas dari berbagai sisi dan sudut pandang, aku mengatur hidupku lagi, aku merasa seperti habis dicuci; semua jadi bersih dan baru. Dan aku sadar apa yang bisa membuatku merasa sedemikian baru dan 'hidup':

"Karena aku mengikhlaskan segalanya berjalan sesuai keinginan hatiku tapi tetap berpikir rasional. Aku berusaha jujur dengan diri sendiri dan aku tetap percaya bahwa ini semua rencana Allah. Mungkin awalnya aku benci teman-teman, tapi setelah aku percaya ini semua pasti berakhir baik, aku sungguh-sungguh bisa melalui ini. Bahkan hati dan pikiranku menjadi lebih 'terang' dari sebelumnya. Setelah kejadian ini pun aku sadar bahwa selalu ada harapan baru setiap harinya, semua datang dari diri masing-masing, asal kita mau jujur, ikhlas, dan berani berkorban untuk diri kita sendiri, untuk masa depan kita."



Tumblr_mdylad5mkr1riyk47o1_500_large


Believe it and be honest to your heart. A true happiness never stands too far from your reach; it's been always in you; it always remains on you. It's just you, the one who doesn't make it blooms; you fade it. Take a look on yourself, close your eyes, make it real; the happiness is always be in your heart.



My chin is up high now ;)
Nana.

Sunday, 18 November 2012

Sebuah Percakapan

Minggu, 18 November 2012, sekitar pukul 21.30 WIB

"Aku masih sakit hati sama temen-temen. Aku nggak mau ketemu mereka, nggak mau ngomong, nggak mau lihat wajah mereka, pokoknya aku jadi sebel sama temen-temen. Tapi aku masih harus kerja bareng temen-temen, masih ada tugas kelompok. Aku harus gimana? Kan nggak mungkin kerja bareng tapi aku cuma diem aja."

"Ya sudah, nggak apa, itu wajar. Nana mungkin harus bersikap lebih pasif dari biasanya. Ngomong seadanya kalau ketemu temen-temen, Nana menyibukkan diri sendiri aja. Wajar kalau Nana kecewa dan sakit hati. Tapi perasaan seperti ini jangan dipupuk lebih lama. Nana kecewa bukan karena Nana nggak bisa, tapi karena Nana merasa orang lain mendapat hal yang lebih dari Nana, padahal Nana pikir Nana lebih bekerja keras dari orang itu. Tetap beraktivitas seperti biasa, tapi jangan sampai menunjukkan kalau Nana lagi down banget."



P.S. Yang bagian bawah itu campuran dialog ayah dan ibu.

Friday, 16 November 2012

'Akhirnya' takut juga

Well, akhirnya aku merasakan ketakutan terhadap Ujian Nasional dan SNMPTN yang sudah dirasakan oleh teman-temanku sebelumnya. Aku baru ngerasain takut, bener-bener takut sama yang namanya UN dan SNMPTN, baru kemarin Senin. Setelah 4 bulan merasakan aneh dan ajaibnya jadi murid kelas 3 SMA, ya baru kemarin Senin tanggal 12 November 2012 itu aku sadar bahwa UN dan SNMPTN itu sebentar lagi. Iya, sebentar lagi. Dan materinya banyak banget, se-Indonesia Raya.

Waktu itu ceritanya aku habis les fisika. Setelah selesai les, aku sedikit berpikir bahwa ternyata materi fisika itu banyak banget ya. Aku buka-buka lagi buku paket fisikaku, aku bolak-balik halamannya, dan ternyata memang satu buku itu rumusnya bejibun, 100 lebih kali, padahal baru 1 semester aja. Lalu aku lanjut belajar fisika. Semakin aku serius belajar, semakin aku kepikiran banyaknya materi fisika. Terus kepikiran mata pelajaran lain yang materinya ga kalah nyusahin, apalagi matematika, terus kepikiran banyaknya materi UN, terus kepikiran susahnya soal SNMPTN, dipikirin terus.... terus.... dan terus...... sampai akhirnya air mataku pun menetes satu per satu. Selanjutnya yang terjadi adalah aku jadi males ngelanjutin belajar fisika karena  nangisnya malah tambah deres (ini bukan alasan ya, ini serius), dan aku memutuskan untuk mulai berbaring di kasur. Malah semakin kepikiran, semakin takut, semakin nangis, dan.......aku juga semakin merasa lelah karena kebanyakan nangis. Akhirnya aku terlelap dengan mata penuh rembesan air mata.

Setelah kejadian malam itu, setiap malam pun aku sekarang semakin semangat belajar. Istilahnya udah nemuin oase baru untuk bekal selama kelas 3 ini (keren kan ya bahasaku? B-)). Dan aku pun nggak ragu lagi untuk semakin bertekad kuat dan yakin bahwa aku bisa lulus dengan nilai UN yang memuaskan dan bisa keterima di SAPPK-ITB, syukur-syukur undangan, aamiin.....

Nah, segitu dulu keluh-kesah saya semasa menjadi murid kelas 3 ini. Semoga bisa membuka pikiran dan hati temen-temen sekalian. Doakan ya cita-citaku tercapai, makasih!

Ingatlah - Monita

Kita pernah ada
Di satu masa bersama
Walau kini tak sama
Jangan lupakan indahnya

Ingat dan teruslah kau kenang-kenang semua
Kata-kata tak perlu kau ucapkan juga
Asalkan terus kau simpan dalam sudut jiwa
Ku kan dapat merasakannya

Masih slalu ada
Cerita lama dan tawa
Masih tersimpan juga
Sedih saat kau tak ada

Ingat dan teruslah kau kenang-kenang semua
Kata-kata tak perlu kau ucapkan juga
Asalkan terus kau simpan dalam sudut jiwa
Ku kan dapat merasakannya

Ku percaya
Perjalanan kita
Semestinya membawa bahagia



Somehow, justru lagu ini yang bikin aku inget temen-temen SMAku. Terutama temen-temenku sekelas, terutama lagi sahabat-sahabatku, dan yang paling utama adalah 3 sahabat cowok yang paling 'jahat' di antara temen-temen yang lain, tapi juga yang paling perhatian sama aku. Ah, so sweet ya :')

"Ku percaya, perjalanan kita semestinya membawa bahagia....."

Thursday, 15 November 2012

TAG GAME!

Selamat malam! Hari ini aku merasa sangat suntuk dan bersalah; tiap ngerjain apa-apa rasanya salah, salah, salah semua; pokoknya hari ini rasanya aku ngerjain apapun itu salah. Jadi, untuk mengurangi kegalauan hati dan kehampaan jiwa, aku terus buka blog dan....... daripada bingung mau nulis apa, jawab game dari Sasha aja deh hehehe. Enjoy!

Ini adalah TAG GAME. Siapa yang kena TAG harus ikut GAME nya, simpel kan? Ini peraturannya:

  1. Tiap orang yang kena tag harus nulis 11 hal mengenai dirinya sendiri
  2. Jawab pertanyaan yang diajukan oleh orang yang ngetag kamu
  3. Bikin 11 pertanyaan baru untuk orang yang kamu tag
  4. Tentuin 11 orang untuk dapat award ini dan link-kan mereka ke post-mu
  5. Pergi ke halaman blog mereka dan kasih tau kalo mereka dapat award ini
  6. Enggak bisa nge-tag balik
-------

Sesuai peraturan no.1, aku harus buat 11 hal mengenai diriku sendiri. Jadi, menurut diriku sendiri, aku adalah orang yang.....
  1. Berbadan kecil dan memang begini gen turunannya dari keluarga Ibuku. Terus, mau diapain, dong?
  2. Keturunan Padang-Jawa. Tapi kalau ditanya orang lebih suka bilang kalau aku ini orang Padang.
  3. Anak pertama dari tiga bersaudara. Adekku cowok dan cewek.
  4. Dulu sempet keterima di SMA TN tapi ditolak hehe. (Oke, ini agak nyombong, tapi gak papa kan? Blog, blog gue sendiri ;))
  5. Sangat amat ingin pergi dan tinggal di Eropa, terutama Prancis.
  6. Pengen jadi seorang arsitek hebat, inovatif, mendunia, tapi tetap mengabdi pada Indonesia (Diaminin ya, teman-teman. Terima kasih!).
  7. Enggak suka duren, sawo, pete, jengkol, dan cerita hantu. Aku orangnya penakut banget, asli.
  8. Suka teater, mendengarkan musik, menggambar, menulis, membaca buku, mencoba hal-hal baru, dan....... berkhayal.
  9. Belum pernah pacaran, sekalipun. Tapi HTS-an pernah beberapa kali sih hehehe.
  10. Selalu berusaha untuk introspeksi diri dan belajar menikmati hidup. Allah kan selalu memberi yang terbaik untuk setiap umat-Nya ;)
  11. Sangat bahagia dan bersyukur sudah ditakdirkan Allah untuk lahir di dalam keluarga yang menakjubkan ini, dan dikelilingi oleh teman-teman yang selalu memberiku pelajaran hidup baru setiap harinya. Mereka semua LUAR BIASA!

-------

Sekarang saatnya menjawab pertanyaan dari Sasha:

1. Duluan mana, ayam atau telur?
     Ayam lah, Sha. Itu yang kamu tulis kan 'ayam' duluan.




2. Oke, pertanyaan nomer 1 emang saya nggak serius. Menurutmu seorang penulis yang baik itu harus seperti apa?
    Penulis yang bisa menginspirasi, mempengaruhi, dan mengajak pembacanya untuk ikut menulis juga, walaupun hanya dengan rangkaian kata yang ia susun dan akhirnya menjadi sebuah bacaan indah.


3. Pilih yang mana, nangis-nangis karena kisah sedih atau jejeritan kayak orang gila gara-gara kisah serem? Kenapa?
    Nangis-nangis karena kisah sedih. Aku orangnya penakut, Sha.....


4. Saat kamu punya saingan, kamu pilih orang yang dingin dan bermulut pedas, atau ceria tapi nggak kalah-kalah juga meskipun kamu udah usaha jutaan kali? Kenapa? (yeah, maaf aku akan selalu tanya sebabnya di setiap pertanyaan selanjutnya)
     Dingin dan bermulut pedas. Buat ngelatih mental dan berdebat lawan orang yang nggak pernah mau ngalah.

  
5. Pilih melankolis atau over-pesimis? Kenapa?
    Melankolis. Karena paling enggak dia masih punya sesuatu untuk dijadikan penyemangat, walaupun sampe mendayu-dayu gitu sih......

    6. Saat kamu memilih untuk menangis, biasanya karena apa?
     Enggak tahan untuk nahan emosi. Bisa juga karena merasa tertekan. Tapi, yang paling penting, karena waktu itu aku sadar aku gak punya siapa-siapa lagi untuk dijadiin tempat cerita selain Allah, jadi aku nangis deh.

7. Kamu pernah putus asa? Kasih alasan ya, (sebenarnya hanya variasi dari 'kenapa', LOL)
     Pernah. Pokoknya disaat aku merasa aku udah berusaha sebaik mungkin, tapi ternyata hasilnya nggak sebanding dengan usahaku. Ya udah deh, habis itu aku langsung diem, dan gak pengen ngapa-ngapain kecuali nangis dan berdoa sama Allah.

       8. Kalau kamu ingin kabur dari duniamu sekarang, kamu pilih pergi kemana?
    Ke Hogwarts.......


9. Kamu ketemu Ibu peri di tengah perjalananmu, kamu diberi 3 permintaan, kamu minta apa dan kenapa?
      1. Minta badanku jadi tinggi, 170 cm lah paling enggak. Ya biar tambah tinggi.
    2. Jadi anak yang multi-talent. Pinter main musik, dance, senam lantai, debat, jago berbahasa asing, cerdas di berbagai bidang, dan pinter masak.
      3. Liatin jodohku besok dong. Kalau bisa diganti Taylor Lautner ya.

 
10. Kalau kamu mati besok, kamu mau ngapain hari ini?  
        Sedekah, beramal sebanyak-banyaknya.


11. Kalau kamu dikasih kesempatan untuk memperbaiki suatu kesalahan di masa lalu, apa yang akan kamu lakukan?
    Menjadikan Indonesia negara jajahan Inggris, bukan Belanda. Yakin deh, kalau Indonesia dulu jadi negara jajahan Inggris, pasti kita udah jadi negara maju kemana-mana, paling maju se-Asia malah.

-------

Sekarang saatnya membuat pertanyaan. Siap-siap, semuanya!

  1. Jujur ya sama aku, apa kebiasaan burukmu?
  2. Hahaha, ketauan deeeeeh! Sekarang seriusan dikit ya. Cita-citamu yang sebenarnya, apa?
  3. Seandainya kamu sekarang punya uang cash Rp 100.000.000,00. Apa yang akan kamu lakukan dengan uang itu? Kasih alasan ya!
  4. Menurutmu, ada gak di dunia ini pekerjaan yang paling enggak berguna, bahkan di manapun itu?  Kenapa?
  5. Lebih milih nikah muda dan punya anak agak nanti, atau nikah umur matang tapi langsung punya anak? Alasan?
  6. Ceritanya nih, kamu punya dua sahabat baik; misal A dan B. Nah kalian udah deket dari jaman bahula dan sampai detik ini kalian tetep harmonis. Tetapi, suatu ketika, si A marah sama kamu cuma karena salah paham sepele. Sejak saat itu, A jadi agak jauhin kamu, dan justru lebih sering jalan sama B, malah kalau ada masalah, yang dicurhatin ya cuma si B, kamu malah dicuekin kayak kalian gak pernah sahabatan sama sekali. Tapi, B ini tetep deket sama kamu, dan kamu juga seneng tetep bisa deket sama B. Jadi istilahnya, kamu dan A lagi rebutan B buat jadi sahabat masing-masing, bukan kalian bertiga jadi satu kayak awal dulu. Nah, gimana sikapmu terhadap A? Jawab yang jelas, pakai penjelasan!
  7. Lebih membahagiakan yang mana: ikut keinginan orang tua tapi sebenernya kamu enggak terlalu ngefeel dengan pilihan itu, tapi pilihan itu menjanjikan masa depanmu, atau pilihan dirimu sendiri dan kamu sangat ngefeel dengan pilihanmu, tapi pilihanmu itu tidak menjanjikan masa depan secerah masa depan dari pilihan orang tuamu? Why?
  8. Pick one: Beli makan di warung makan; cepet; jelas enak; atau masak sendiri di rumah, tapi masakannya belum tentu enak?
  9. Lebih suka kamu jadi juara 1 di antara teman-temanmu, tapi kemampuan mereka agak 'ketinggalan', atau kamu enggak jadi juara 1 di antara temen-temenmu, tapi kemampuan kalian semua merata?
  10. Satu hal paling kamu sukai di dunia ini, apa? Kenapa?
  11. Dari kamu sendiri, ada cita-cita untuk membangun Indonesia jadi lebih baik ke depan, engga?
-------

Dan sekarang, yang dapet jatah TAG GAME ini adalah.....
  1. Arnest
  2. Sari
  3. Dhea Hajaru
  4. Mbak Hana
  5. Rani
  6. Petra
  7. Lia
  8. Acha
  9. Mida
  10. Burhan
  11. Bianda
(Sebenernya yang di atas belum semua aku tag dan aku kasih tau orangnya hehee :p)
Terima kasih yaa teman-teman. Dan jangan nge-tag balik! See ya!
Nana.