Wednesday, 9 May 2012

Bonne Nuit

Sometimes life doesn't bring you to anything you want.
Sometimes you are fated to obtain and see something that makes you feel unlucky or failed.
Sometimes what comes out of your mouth; your thoughts, not always tell people for the best options.
Sometimes you feel you need more duties to do and don't like become a 'free' person.
Sometimes you are just needed to do the simplest thing in a team-work.
Sometimes you realise you might read more books or browse more to make your knowledges 'stronger'.
And sometimes, when you see someone needs help, you should give your time or your priority for letting somebody uses yours and makes you delay your work. 
And the other things that you might feel, it is a not good thing to be happened to you.

But believe me, bet in God: every single thing He sent to you, that is the best one for you. 
Because you might don't know what comes after you when life brings things you really desire for, might be a bad luck? Or makes you become an arrogant person? We exactly do not know anything at all.
Maybe while we are free, we can use times to explore more about our circumstances which can not be done when we are bestowed of duties and works. 
God may think, when we started it from the small, we can learn many more things than when we began it from the huge. 
God believe we could gain more knowledge, better, by letting us read lots of books, making us nerder than the other, or asking more to older people when you feel dumb. Don't they make you more sensitive with things around you and wises of talking and doing act?
And just make it quite good be planted in the heart: God needs person like you: who willing to give something yours or a thing you love the most, to person that you feel, they are needer that thing than you. God loves people who really sincerely thinks, whatever happens to them, they just trust God, it is a good thing and it supposed to be happening for them, only for theirself. They say, "It must be useful for us, may be 1 second after this, a day, a month, a year, a decade, we don't know, but MUST BE in another moment in your life. 

Make it simple, think postively to God.

Monday, 7 May 2012

Memories






Well, when there is an end of a process, we might feel we won't lost it. We are just too in love for everything within. And that is what usually happens when I gotta end up a process of a theater performance. It is.....  It makes me sad.

Me and the other friends, we usually spent our time together for doing rehearsals. First, we gonna do some warming up. We can practice our vocal, acting, or the other things that might gain our capability to make a good performance for the show. Then, we continued with doing practices on scenes we gonna play in. We danced, acted, sang, laughed, screamed, felt afraid and surprised. 

We did everything almost together. We shared many things: our own problems, school's gossips, the newest movie released, teachers, cool songs, or maybe our interests. Everyday. From 2pm-9pm. 7 days a week. We went through it together. Oh God that is a very sweet memories :))

And the D-day had come. We first felt nervous, for some of us it's the first performance, but for the some others (included me), this is the last performance. This show also made us, 11th grader, became Macan Tuo (a predicate for who already held "Pentas Besar"). Yes, we already got to give the command for the 10th grader hehe.

Then, the lights were turning on, the giant curtains were opened, and we showed the best performance that we could. We didn;t think anymore except: the best performance. And it went on, went on, went on, until it finally ended..... And we did it! The showed was held, incredibly, many people gave us standing ovation and a smile, and greetings and congrated us. We couldn't say anything but...... Thank God, thank you everyone, thanks, huge thanks for everyone. 

Nothing I can say here. But I really love you all, Macans. I miss our together moment, our rehearsals, our laughs. Thank you very much for giving me one of the best moment in my life. Bet on me, but I'm not going; I won't forget about our beutiful togetherness, our process, our stories. I would like to tell my children then, that I've ever been in a theater club, and it's more than a theater club; it's a big family. 

I love you all, friends, Macans, best siblings in the whole worlds.


Your friend,
Nana.

Antigone

Antigone adalah cerita terakhir dari sebuah trilogi karya Sophocles, Oedipus Rex. Kisah paling pilu dalam sejarah Yunani; tragedi manusia yang tiada terpikir dan terbayang oleh sebangsa makhluk apapun. Kehinaan dan dipermalukan. Ketidakadilan dan kehausan akan tahta tertinggi dalam kehidupan dunia: kekuasaan. Namun, terbangun dengan keberanian; kesadaran; dan rasa kemanusiaan yang tinggi; Antigone, seorang wanita tangguh, berani, dan tidak takut akan kediktatoran penguasa yang semena-mena, membela kemanusiaan, membela keadilan untuk sang kakak tercinta, menentang kekuasaan, seorang diri.

Terkisah, di sebuah daerah subur di Yunani, negara Thebes sebutannya, begitulah daerah itu terpimpin oleh seorang raja yang dicintai begitu sangat dengan rakyatnya; tetapi sebenarnya hidup dalam kebohongan besar dan berkubang dalam dosa berlarut. Ya, ialah Oedipus Raja. Sampailah ia pada kejatuhan Thebes yang tak akan pernah bisa dihindar oleh seorangpun; karena ini telah tertulis dalam kitab Dewa-Dewi Bacchus. Oedipus dikeluarkan dari Kerajaan Thebes, menyeret diri keluar tanah kelahiran tercinta, bersama kedua putrinya, Antigone dan Ismene. Kekuasaan jatuh ke tangan kedua putra sulungnya. Polyneikes dan Eteokles, yang atas perintah kerajaan akan memegang tahta Thebes, setahun-setahun, bergantian. Apa dinyana, ramalan kembali berbicara, dua putra Oedipus gugur dalam perang saudara berlarut karena Eteokles meningkahi masa jabatan sang kakak, Polyneikes. Polyneikes kala itu telah bersekutu dengan Argos untuk menjatuhkan Eteokles; berkhianat pada Thebes. Setelah kejatuhan itu, hak kekuasaan diberikan kepada Kreon: adik ipar Oedipus, yang dengan tangan besinya mengeluarkan dekrit tak biadab: Eteokles adalah pahlawan bagi Thebes, maka ia akan dikubur dengan layak dan upacara, sedangkan Polyneikes yang dianggap sebagi musuh negara, dibiarkan membangkai di tengah padang; busuk; dimangsa gagak dan anjing-anjing. Jika seorang berani menguburkan Polyneikes, hukuman mati akan menjadi takdir hidupnya.

Tidak terima akan ketidakadilan yang menimpa keluarganya, Antigone berteguh hati ingin menguburkan jenazah Polyneikes. Ia turut mengajak Ismene, namun Ismene menolak. Ismene terlalu takut untuk membangkang perintah Kreon; pamannya sekaligus Raja Thebes. Hingga Antigone akhirnya mengerahkan semua seorang diri; pergi ke padang luas, mengubur sang abang dengan penuh cinta dan kasih sayang. Ia tidak takut dengan undang-undang yang disuarakan Kreon; tidak takut pada kediktatoran penguasa.

Perbuatannya diketahui oleh Kapitan, dan Kapitan pun melaporkan pada sang Kreon Diraja. Tanpa banyak menimbang, Paduka Kreon langsung menjatuhkan hukuman mati pada Antigone. Ia akan dimasukkan ke dalam gua, dibiarkan mati di dalamnya. Rakyat Thebes merasa pedih, diam-diam mereka membela Antigone. Melihat apa yang terjadi, Haemon, putra Kreon sekaligus tunangan Antigone, berniat membukakan hati ayahnya agar ia mendengar suara hati rakyat Thebes. Sayang, Kreon tetaplah Kreon, apa yang telah diputuskannya tak akan ia rubah. Haemon merasa tiada didengar pun dihargai oleh sang ayah, dan ia minggat dari Kerajaan. Bangkitlah Eurydice, Permaisuri Sri Raja, menentang Kreon pula demi membela putranya, Pangeran Haemon yang minggat akibat tak rela melihat kekasihnya mati sia-sia karena kebiadaban ayah sendiri. Namun Kreon tetap berhati batu, suara hati dan rasa keibuan sang istri pun tak diindahkannya. 

Sampai akhirnya, datanglah Tiresias bersama pengikutnya, ialah tiga orang Trubadur, menghampiri Kreon menyuarakan takdir dan kebenaran. Nasib Thebes yang telah tertulis dalam hukum Dewata. 

"Bahwa Kreon telah menyia-nyiakan dua nyawa dan akan membayar dua nyawa pula dari rumahnya sendiri."

Kreon tergugah, merasa galau. Dipanggilnya para Senator, namun tiada sangka, Senator pun juga memberitakan bahwa kekacauan telah terjadi di Thebes karena rakyat memberontak semakin liar, meminta Antigone dibebaskan dan Polyneikes dikuburkan dengan upacara yang layak. Kreon akhirnya berdiri di atas langgaran dekritnya sendiri: membebaskan Antigone dan menguburkan Polyneikes dengan semestinya.

Semua rakyat bahagia menyambut kembalinya pahlawan mereka. Wajah cerah nan merekah menghiasai setiap lekuk, raut muka setiap orang. Mereka berdiri tak sabar di depan gua, menyeru nama Antigone tanpa ragu.

Ya, salah, kutukan Dewata  tak akan pernah salah dan takdir mana mungkin bisa ditawar. Antigone telah meregang nyawa, gantung diri di dalam gua. Semua terhenyak. Kreon ternganga. Haemon turut mengikuti sang tunangan pergi; menusuk dirinya sendiri di hadapan Kreon Diraja dan seluruh rakyat Thebes. Eurydice pun tak kuat menahan rasa sakit hati, menghunus pisau ke perutnya demi membela sang anak dan tunangan sang anak yang sangat dicintainya. Dewata sungguh benar: Kreon telah menyia-nyiakan dua nyawa dan ia telah membayarnya dengan dua nyawa pula dari rumahnya. Paduka Kreon telah hilang rohnya, menjadi gila, bagai binatang: meraung penuh kehinaan, terasingkan dalam kebencian, terbuang dari peradaban manusia manapun di dunia, tak pantas menerima hal paling esensial dalam kehidupan ini: kemanusian.......



Poster of our theater performance. 28th of April 2012, Concert Hall Taman Budaya Yogyakarta.


MANUSIA HARUS DIMANUSIAKAN
MANUSIA BUKANLAH HEWAN YANG BISA DIBANGKAIKAN

Write it down again!

Halo blogger. Kangen rasanya udah lama nggak nulis di sini, terakhir cuma nulis curhatan cheesy tentang takut kehilangan sahabat. Yaaah....... teenage problem banget deh. Tapi itu cuma ketakutan yang berlebihan kok, ternyata. Sahabatku nggak sejahat itu sama aku, walaupun dia udah punya pasangan, tapi dia tetep jadi teman curhatku yang baik, yang selalu bilang aku kegendutan dan berlemak dan selalu lapar. Yang terakhir emang nyebelin, buanget. Tapi aku tau maksudnya cuma bercanda. Tetap jadi temanku yang baik ya! :-D
Ayo menulis lagi :-)