Monday, 12 March 2012

A Friend's Feeling


A Friend's Happiness

Imagine if you have got a best friend. He is a boy. Sshhh, don't get me wrong, he is such a good friend, we do not have a crush at each other. And, you used to be together of doing anything; going anywhere; sharing many things; laughing at each other; sometimes throw you offenses; but you two just laugh and laugh, or even called each ither something more offensive, no hurts at all. It happened, whenever you met him. Very very make you overwhelmed.

But now, he finally finds his lover; he told her about his feeling yesterday, and she admitted to him either she's got the same way of feeling; so from that moment on, they are a couple. I was surprised, yet happy, but didn't know what to do, except gave a congratulation text to him. I'm happy for him, indeed.

And I just had a strange feeling in all of sudden: will he keep our friendship remains as usual? Will he just prefer to spare most of his time be together with his new girlfriend rather than with me and the other best friends? Will he be a different man after this case happened? I was just afraid of losing a best friend.

Yet, I believe on myself that he will keep our friendship in remain. He won't be a different man. He will still have  many other times for his best friends to spare with. He will make everything alright, or maybe better than ever.

I'm hoping you gonna find and have a good moment with her. I know how much you love her and what are things are you going to do just for making her fall for you; I'm happy for you too. I just want you to remember that whatever things are happened, me and your best friends are always standing right behind you. We have many shoulders whenever you want to cry on, or maybe you need a laugh to cheer up your day? We have lots of those ones! Or ears for listening to your problems? We've got them all. All you need to do is: don't forget to your best friend, yet keep your love right on the track.

Sunday, 4 March 2012

Meine Freundinen


videokeman mp3
You’ve Got a Friend – James Taylor Song Lyrics


You will know houw much your friends worth to you when you got a problem and they are the only ones who understand you and be able to sit by yourside, giving you advices and cheer you up, convince you, you are not alone. And always see you as yourself, love you no matter what happens.

Saturday, 3 March 2012

Selamat Malam

Halo blogger. Terakhir aku posting tanggal 1 Januari ya? Udah 2 bulan yang lalu, nggak kerasa ya? Tahun 2012 sudah menemui awal dari akhir triwulan pertamanya. Dan rasanya juga aku udah terlalu melewatkan banyak hal untuk diceritakan di sini. Ya emang sih, maaf ya readers (sok-sok-an punya banyak pembaca, padahal ya paling pembacanya ya cuma aku sendiri).

Ada tiga hal penting yang paling aku ingat sejauh ini, yang seharusnya aku tulis di blog tapi ternyata aku tidak sempat. Jadi, seharusnya aku nulis tentang:

  1. Perayaan ulang tahunku yang ke-17 tanggal 5 Januari 2012 kemarin yang sangat membahagiakan teman-temanku. Ya iyalah, secara mereka ngerjain aku habis-habisan, pokoknya mereka puas aku sudah sangat terbully di hari itu.
  2. Kakekku yang dipanggil Allah pada tanggal 10 Februari 2012, yang membuatku sedih seharian penuh.
  3. Kejadian karena telah 'menghilangkan' gitar Toper: Yamaha CX-40, pada tanggal 25 Februari 2012. Aku sampai nangis 3 hari berturut-turut saking merasa bersalah dan menyesal banget kenapa bisa seceroboh itu. Aku sampai gak kuat nahan nangis waktu minta maaf ke Toper, walaupun Toper dengan sangat baiknya sudah memaafkanku. Sungguh-sungguh menyesal.
Benar-benar merasa diberi cobaan sama Allah, tapi aku cuma bisa yakin dan berdoa dan berikhtiar kalau semua akan ada jalan keluarnya. Sampai sekarang aku masih berusaha melakukan sesuatu untuk mengganti gitar Toper yang hilang. Mungkin enggak seberapa, tapi semoga berguna buat Toper, amin.

Kalau sekarang, aku cuma mau nulis tentang masalah yang baru saja aku hadapi dan selesaikan. Pagi bermasalah, malemnya selesai. Ini termasuk hebat atau biasa-biasa aja ya? Ah ya terserah sih kalau masalah itu, nggak penting. Yang penting adalah bahwa aku bangga bisa menyelesaikan masalah ini dengan tenang.

Jadi, masalahnya tentang orangtua yang tidak mengizinkanku mengendarai motor ke sekolah sampai benar-benar dapat SIM C. Aku yang masih remaja gini, yang udah kepengen naik motor dari kelas 9 SMP, ya jelas sebel dan jengkel lah kalau kesannya orangtuaku cuma 'mengulur waktu' buat aku untuk membuat SIM C. Kenapa? Soalnya sejak aku ulang tahun yang ke-17 sampai sekarang, orangtuaku baru sempet sekarang buat nemenin aku bikin SIM C. Apalagi ternyata setelah 2x ke Kantor Kepolisian, semuanya pas udah tutup loket pembuatan SIM nya. Ya siapa gitu yang nggak tambah sebel dan kecewa? Dan sejak saat itu, aku berpendapat bahwa Kepolisian ada institusi pemerintah di Indonesia yang paling tidak bisa melayani masyarakat dengan jeli dan efisien serta sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan tuntutan zaman. SETAN. Benci dan sebel banget rasanya sama Kepolisian, CUH.

Setelah itu, aku cuma diam kalau diajak bicara orangtua, habis sebel dan sangat amat kecewa sih. Sampai sore kayak begitu terus, dan akhirnya dimarahi, ya aku juga tetep diem aja, gak mungkinlah ngelawan.

Malem harinya, baru aku bisa berpikir jernih. Entah kenapa rasanya sangat ingin membela hak sebagai anak sekolah yang boleh naik motor kalau sudah 17 tahun tanpa perlu punya SIM C. Aku benar-benar menyiapkan segala macam pendapat yang bisa menguatkan ideologiku bahwa di jalanan itu yang penting bukan kepemilikan SIM tetapi etika saat berkendara dan kecermatan berkendara. Dan dengan sangat yakin mencamkan di dalam otakku bahwa saat aku bicara harus benar-benar kelihatan cool dan tanpa terbawa emosi.

Tapi ternyata waktu aku bicara ke kedua orangtuaku, tetep aja ujung-ujungnya nangis, lebih parah waktu paginya malah. Tapi aku sangat bisa mengutarakan pendapatku dan ideologiku tentang berkendara dengan baik. Aku juga sangat bisa berpikir jernih waktu memecahkan maslah yang sudah aku pendam selama kurang lebih dua tahun ini. Dan akhirnya, dengan pikiran yang sudah diluruskan dan keteguhan hati dan ideologi, namun tetap menjaga respek, akhirnya masalahku terpecahkan juga. Aku nggak perlu nulis solusi masalahku kan? Hehe.

Yah semoga menjaga komunikasi yang baik dengan kedua orangtua selanjutnya bisa membuatku menjadi orang yang lebih legawa dan ikhlas serta sabar, amin.


Nana.