Tuesday, 13 September 2011

At The Lowest Point



I just feel... I'm tired. You may call it, saturation. When you're really sick of all of the matters you have to head on, the problems that never stop attacking yourself, and the troubles you get but you don't get the solve of those thingy. You have thought, worked, as the best as you can, but the result? Those nerdy things are bigger, being more saturate, and harder to solve. Confuse? Yes, of course, CERTAINLY!

But there is something in your heart make you smile, support you more and more, give you tons of energy that you may use to gain your motivation. And..... you're not longer in loneliness nor dullnes nor saturation! You're bright, shining, and beautiful! You're dare, you're tough, you're cool!

And that's how to leave your lowest point or exhaustion, makes you easier to solve the problems you have, and makes you being more awesome :)


Chin ups!

...

Kamu tau? Menunggu itu bukan sesuatu yang menyenangkan untuk dilakukan.
Apalagi kamu tak tahu apa yang harus kamu tunggu.
Bosan? Jenuh? Tidak jelas? Iya.

Mengharapkan kehadiran seseorang, disaat sosok itu tidak menyadarinya, itu menyebalkan.
Kamu bisa muak, sakit, muntah, hanya karena tetek bengek macam itu.

Kamu mengharapkan seseorang berada di dekatmu, bersama untuk waktu yang tak terhitung lamanya,
namun, seseorang itu ternyata lebih memilih untuk berada di dekat orang lain, daripada denganmu.
Lebih parah, kamu sudah sangat mengharapkan kehadiran orang tadi sampai terbawa mimpi, tingkat dewa.

Ini puisi atau cerita sih?
Cerita sebenarnya, tapi aku buat penulisannya seperti puisi.
Tapi masih belum cocok dikata puisi, ini tidak pantas menurutku. Bahasanya kurang indah dan menyentuh.

Iya, karena ini hanya tentang masalah yang klise. Aku tidak bisa membuat bahasa yang indah untuk menggambarkannya.
Karena hatiku memang sedang tidak indah. Sangaaaat tidak indah.

Ini cuma masalah ada seorang perempuan mengharapkan kehadiran seorang laki-laki, tapi tidak kesampaian.
Ya sudah sih, cuma itu masalahnya.
Tapi sayangnya perempuan ini sudah bermimpi terlalu jauh, dan ketika dia mengetahui kebenarannya...... dia jatuh. Sakit, muntah, muak, semuanya! Pokoknya sakit!

Oke, cukup. Sampai ia jatuh dan sakit-sakitan, ia sadar, menunggu itu memang pekerjaan yang menyebalkan dan untuk hal yang macam gini, menurutnya sangat tidak menguntungkan.
Ia pergi dan mencari obat untuk lukanya tadi. Tapi mungkin dia butuh waktu yang lama untuk mencarinya, karena....

Hatinya ingin sendiri dulu. Tidak diganggu, tidak ditunggu, menunggu, mengganggu, dan menggalau.
Menurutnya, dengan kesendirian yang cukup lama, pasti membuat luka itu sembuh lebih cepat dan dapat menerima seseorang, yang dia harapkan, dengan mudah.




Saturday, 10 September 2011

Steamed Cupcakes


So, why oh why nowadays I really want to make a cupcake! Mmh maybe because of my friend was making a really cute cupcakes and how surprised me when I knew the steps are so easy to do! Then, I browse a recipe of the steamed cupcake. Voila! I got it :)) It's much easier I think than the roasted one. So here it is:

(In Indonesian yaaaaa hahaha :))

Kompas, 10 Februari 2008

Bahan
80 gr margarin
100 gr gula pasir
2 butir telur
75 gr tepung terigu
25 gr coklat bubuk
1/4 sdt baking powder
50 gr kacang mede sangrai, dicincang


Cara membuat
1. Kocok margarin dan gula hingga lembut,
2. Masukkan telur satu per satu sambil dikocok rata
3. Tambahkan tepung terigu, coklat bubuk dan baking powder sambil diayak dan diaduk rata
4. Tambahkan kacang mede sangrai. Aduk rata. Tuangkan ke dalam cetakan muffin yang diberi alas kertas cup cake
5. Kukus 25 menit

Berani!

Kalian nggak akan kenal sama tetangga kalian, kalau kalian nggak keluar rumah.
Nggak akan bisa nyetir mobil kalau nggak berani belajar nyetir mobil.
Nggak akan bisa menghargai perbedaan pendapat kalau kalian nggak pernah berani untuk berani berkata beda.
Kalian nggak akan pernah bisa mengenal orang lain kalau kalian nggak pernah berusaha mendekatinya
Dan, kalian nggak akan pernah merasakan besarnya dunia kalau kalian nggak berani untuk mencoba hal-hal baru yang ada, yang bisa kalian lakukan selama kalian masih hidup.


P.S. Minal aidzin wal faidzin, mohon maaf lahir batin ya! Maaf baru bs mengucapkan lewat blog sekarang. Semoga kita menjadi pribadi yg lebih ikhlas dan berhati tulus, suci, seperti bayi yg baru lahir. Amin :)

Regards,
Nana.