Thursday, 25 August 2011

I'm fine

Hello world. I don't know why, but I feel good this morning.
Like there was nothing happening.
Like I have nothing to lose after the bad thing I met yesterday.
Like I don't have to be pathethic or sad for many days, it's wasting time.
Like what I've been through yesterday was..... just a little thing that I don't have to be scared of.

God has sent some intuition to me, by the dream. Then when I woke up, I really felt good and I'm fine. I'm really fine, and I can through the day after that tragedy a.k.a yesterday with smile and spirit! Ya Allah, thanks for everything. I know that tragedy was a kind of learning for me, next time I have to be careful. But I also think it may be a kind of.... karma? Who knows? Because I haven't paid some fee to my friends, hehehee :) And, the most important thing, I just don't wanna have trip moreover long journey, by a bus!

So, that's all. I'm fine. Thank God.

Wednesday, 24 August 2011

Kehilangan.


Pernah kehilangan sesuatu yang berharga? Aku barusan aja. Tadi siang. Rasanya masih nggak percaya. Aku nggak mau nyebutin sesuatu berharga apa yang hilang dari kepemilikanku. Tapi yang jelas, aku ngerasa sangat........ kehilangan.

Sedih.
Kecewa.
Rasanya pengen putar balik waktu.
Nggak percaya.
Pengen ikhlas, tapi nggak bisa.
Takut.
Kangen.
Rasanya dalam waktu yang dekat, masih punya dia.

Aku masih nggak percaya aku kehilangan sesuatu itu. Walaupun aku cuma punya dia sebentar, tapi ternyata..... gini ya rasanya kehilangan. Aku sedih. Sedih banget. Rasanya aku nggak mau cerita ke siapa-siapa. Diam itu emas.

Rasanya juga aku nggak mau orang-orang tau. Soalnya aku masih nggak terima. Aku pengen dia lagi. Pengen bangeeeet! Ya Allah, apapun caranya, kalo dia emang rejeki buat aku, balikin aku sama dia. Aku cuma mau dia. Tolong ya Allah, tolooooong :( pertemukan aku sama dia lagi. Amin.



Sunday, 14 August 2011

For: You.

This is for the boy that I really admire with.

Eiffel





Eiffel again, for the x (uncountable)-times............ Still, I love you :*

Friday, 12 August 2011

Untitled - Maliq and D'essentials

Ketika kurasakan sudah ada
ruang dihatiku yang kau sentuh
dan ketika kusadari sudah
tak selalu indah cinta yang ada
mungkin memang ku yang harus mengerti
bilaku bukan yang ingin kau miliki
salahkah ku bila
kaulah yang ada dihatiku

adakah ku singgah dihatimu
mungkinkah kau rindukan adaku
adakah ku sedikit dihatimu
bilakah ku menggangu harimu
mungkinkah kau tak ingin adaku
adakah ku sedikit dihatimu

bila memang ku yang harus mengerti
mengapa cintamu tak dapat kumiliki
salahkah ku bila
kaulah yang ada dihatiku
kau yang ada dihatiku

bila cinta kita tak kan tercipta
ku hanya sekedar ingin tuk mengerti
adakah diriku singgah dihatimu
dan bilakah kau tau
kaulah yang ada dihatiku
kau yang ada dihatiku
adakah ku dihatimu

Thursday, 11 August 2011

Perempuan

Kata temenku, kodrat seorang perempuan itu menunggu. Bukan untuk menghampiri. Kita cukup diem aja, ya udah, ya diem aja, nunggu, bener-bener cuma bisa nunggu sampai laki-laki yang ideal dan cocok sama kita dateng menghampiri, dan....... yah mulai pacaran, membina hubungan yang lebih serius lah intinya.

Iya kalau cewek itu bener-bener menarik, jadi banyak cowok yang menghampiri dia, dan dia tinggal pilih mana cowok yang cocok sama dia. Tapi kalo kayak aku gini? Cewek biasa aja, yang kalo diliat dari luar nggak kelihatan menarik? Apa aku juga cuma bisa diem sampe ada Pangeran Kuda Hitam dateng nyamperin aku? Mau mati single apa? Enggaklah, na'udzubillahimindzalik.

Yaudah, oke, aku diem. Aku nggak bilang ke siapa-siapa kalo aku lagi suka sama seorang cowok, bahkan udah sampe tahap sayang. Inget, sayang. Aku simpen di hatiku sendiri. Tapi, akhirnya nanti aku juga ngerasa sakit hati sendiri. Sakit banget. Apalagi waktu kita tau dia suka sama cewek lain. Dan mereka bener-bener udah deket. Siapa coba yang sakit hati? Kita sendiri kan? Si perempuan kan? Cowok tadi nggak ngerasain kan? Satu lagi, parahnya, benar-benar cuma aku yang merasakannya. SENDIRIAN.

Tuh, bener darimana kalo cewek cuma bisa nungguin? Mungkin karena cowok nggak pernah ngerasain hal ini. Mereka kan nggak peka. Cowok itu kapan sih peka dan menghargai perasan seorang perempuan?

Asal kalian tau, aku suka sama cowok ini gara-gara kami sering main bareng. Apa pun lah, pokoknya sering melakukan hal bareng-bareng. Dia juga sering njahilin aku, iseng banget kalo udah ketemu aku. Kayaknya pengen gangguin aku tiap menit.

Nah, ya udah, awalnya aku biasa aja. Sampai udah sekitar setengah tahun ngalami ini bareng-bareng, aku mulai suka ke dia. Suka sebagai orang lain ya, bukan sekedar temen. Tapi dia nggak sadar. Dia tetep aja njahilin aku, gangguin aku, nyebelin lah pokoknya. Dan aku sama dia pun jadi makin deket otomatis.

Sampe sekarang pun, dia masih melakukan hal yang sama ke aku. Tapi aku nggak bisa sebebas dulu lagi kalo main sama dia. Aku kadang agak menjauh. Kenapa? Karena aku sakit hati ke dia. Karena aku suka sama dia, tapi dia nggak sadar, dan malah suka sama cewek lain dan dia ndeketin cewek itu terang-terangan di depanku dengan sangat............ mesra. Karena aku nggak tau cara kasih tau ke dia gimana. Karena aku terlalu terpaku sama statement: "Cewek itu nunggu aja, nggak perlu ngejar." Alhasil, dia jadi nggak tau sampe sekarang kalo kau suka sama dia.

Dia juga mungkin nggak sadar atau malah pura-pura nggak sadar kalo cara dia deket sama aku itu buat aku suka sama dia? Namanya juga cewek, sekeras apapun perasaannya, kalau tiap hari dan sepanjang tahun diperlakukan kayak temen deket, siapa yang nggak merasa luluh dan ngerasa peduli sama cowok tadi? Nggak ada kan? Tapi ya cowoknya itu nggak kerasa. Mereka tetep nggak peduli sama kita kayak kita ke mereka. Mereka tetep ngisengin aku. Mereka cuma anggap aku kayak mainan mereka, kalo udah bosen tinggal ganti, tinggalin aja. Mereka bener-bener nggak peduli sama perasaan perempuan, khususnya aku.

Jadi, salah siapa ini sebenernya? Aku? Apa cowok yang aku sukai?

Aku... udah bingung mau nulis apa lagi.
Yang jelas, aku lagi sakit hati sekarang.
Udah, cukup.


Guys, please treat a girl like you treat you mother or sister. Respect her. Love her. Court her.
Sincerely,
Me.