Wednesday, 27 April 2011

Indonesian


Okay, I admit it that I love Paris so badly.
But, I'm sure there have no underwater place as beautiful as Moyo Island's underwater (picture above).
I have no prove if I love Indonesia too, but my soul and attitude, wherever I go, will show it.

Eiffel #2


Don't. You. Know.
I. Wanna. Be. There.
For. The. Rest. Of. My. Life.
Until. I. Die.
So. Badly?



P.S. I really love you, Eiffel

Monday, 25 April 2011

School?









For today, I really know why they wrote it for many times.
I can feel what you feel at the moment, guys :-))

Saturday, 23 April 2011

Kartini Masa Kini

Wanita cantik itu:

Tetap tertawa walau sebenarnya dia ingin menangis.
Tetap tersenyum walau sebenarnya ia kecewa.
Tetap kuat walau sebenarnya ia sudah tidak sanggup lagi.
Tetap semangat walau tertekan masalah.

Dan yang terpenting:

Tetap sabar dan memandang semuanya baik-baik saja walau dia sebenarnya terluka dan mengisi hidupnya dengan pikiran-pikiran positif.

Maka.... kecantikan wanita itu akan semakin terpancar.


Terima kasih untuk supportnya, Ratu Pandan Wangi :-)

Thursday, 21 April 2011

KELUARGA JUBAH MACAN

Terima kasih atas kebersamaan kita selama tiga bulan ini. Kita berproses mulai dari pemilihan naskah, bedah naskah, casting, latihan per scene setiap sore hari, rolling, sampai latihan malam yang kita lakoni setiap hari mulai H-3 bulan pentas. Proses ini yang menjadi isi cerita kita, walaupun klimaksnya memang tetap pada pentas besar.

Kita berlatih setiap hari, preparasi, latihan vocal, mengeksplor gesture dan ekspresi. Namun, ternyata tidak semuanya dari kita sadar akan semakin dekatnya hari pentas kita. Sampai H-1 bulan pun, di antara kita masih banyak yang menyepelekan latihan sore. Datang terlambat, mbolos, mletas entah ke mana, dan banyak lagi alasan dan kenyataan lain bahwa mereka gak ada di Arga Bagya saat itu juga. Oke, mungkin kalau yang alasannya izin les masih dimaklumi, asal mereka balik lagi ke sekolah.

Tim sutradara dan produksi juga sampai mengadakan forum untuk menyadarkan kita. Kita mencari masalah yang menghambat proses latihan dan memecahkannya bersama. Alhamdulillah, cukup efektif. Tetapi setelah itu masih ada kendala lagi. Kebetulan saja tugas pra-kemah untuk kelas X begitu banyak dan menyita waktu, sampai akhirnya latihan pada hari tersebut bisa dikatakan gagal, karena banyak anak kelas X lebih memilih mengerjakan tugas pra-kemah tersebut daripada latihan untuk pentas.

Kita juga sempat menangis dengan sangat merana saat forum dadakan diadakan. Aku ingat sekali hari itu. Itu hari Jumat, sekitar H-3 minggu pentas besar. Aku tidak mengerti bagaimana forum itu dimulai, aku telat datang karena habis les. Aku datang, dan tiba-tiba teman-teman sudah melingkar dan menangis tersedu-sedu. Aku bingung waktu itu, dan langsung saja aku yang datang bersama seorang temanku, turut duduk melingkar, dan mendengarkan semua omongan dari tim sutradara. Kami semua merasakan sedih dang nggerus saat itu juga.

Namun kami bangkit setelah itu. Kami semakin sadar. Poster sudah naik cetak, baliho sudah terpampang di depan sekolah dengan tegaknya. Kami sudah tidak bisa bermalas-malasan lagi. Tidak ada alasan untuk mbolos, les, atau izin lain kecuali sakit. Kami tidak bisa berbuat banyak kecuali menatap lurus ke depan, tetap latihan, dan pasrah untuk pentas besar. Alumni dan kakak-kakak kelas semakin sering memantau latihan kami, menyemangati, dan ikut memberi masukan saat latihan. Kebersamaan semakin terasa, semakin hangat :')

Aku yakin kebersamaan ini tidak akan pernah luntur. Selamanya. Karena Jubah Macan bukan sekedar perkumpulan, organisasi, atau ekstrakurikuler. Ini adalah sebuah keluarga. Keluarga Jubah Macan yang selalu mendukung temannya saat dibutuhkan atau tidak. Selalu melalui semua proses bersama, dan menuai hasil dari semua proses itu bersama-sama pula.


Terima kasih, keluarga baruku. Aku sayang sekali dengan kalian :)

Sunday, 17 April 2011

KISAH PERJUANGAN SUKU NAGA


Ini baru post yang sebenarnya.

Akhirnya proses pun di mulai. Mulai dari pemilihan naskah, casting pemain, latihan rutin, gladi kotor, gladi bersih, dan akhirnya pentas! Tiga bulan kami lalui ini. Keceriaan selama latihan, jenuh, capek, tangisan, hujatan, tekanan yang datang bertubi-tubi setiap hari, tanggung jawab yang besar akan sebuah pentas yang megah, dan tentu saja, rasa kekeluargaan yang semakin hari semakin membungkah di antara para pemain dan kru produksi.

Pentas pun terjadi. 16 April 2011, akhirnya, Jubah Macan Padmanaba kembali menunjukkan taringnya kepada dunia. Aksi kami selama di panggung, hasil proses latihan yang melelahkan, menyita waktu, terbayar lunas dengan tepukan meriah penonton saat pembukaan, selama pentas, dan penutupan. Saat mendengar penonton tertawa menyaksikan adegan dan dialog kami, beban di pundak kami semakin terangkat. Semangat dan emosi tertata kembali. Panggung selayaknya tempat bermain kami, di mana kami tak kan terganggu akan perasaan gugup dan takut.

Scene demi scene terlewati. Sampai pada scene tujuh, saat itu ada sedikit trouble. Layar tidak dapat terbuka, kami harus menunggu sekitar tiga menit dari waktu sebenarnya. Namun akhirnya bisa terbuka walaupun tak sepenuhnya. sehingga di scene delapan dan sembilan, kami tidak menggunakan buka-tutup layar, sistem lighting yang kami andalkan. Sampai pada scene sembilan, tarian penutup sangat membangkitkan emosi kami. Bahagia, terharu, semuanya! Kami senang! Kami puas!

Nah, sudah. Kini semuanya telah berlalu dan terjadi dengan indah. Tanggung jawab berat untuk membawakan sebuah pentas dan menjadi artis yang berkesan untuk semua penonton, sudah dikerjakan dan berhasil! Kami tidak menyangka akan sebungah ini rasanya.

Proses ini akan kami rindukan. Pentas ini akan kami kenang selamanya. Keluargaku, Jubah Macan Padmanaba, teruslah berkarya. Teruslah mengaum garang. Pentas Besar berikutnya akan menjadi tanggung jawab selanjutnya yang akan menanggung beban lebih berat. Kami, Jubah Macan 68, harus bisa membimbing adik-adik kami dan mewujudkan Pentas Besar itu menjadi pentas yang mengagumkan, semenawan:


KISAH PERJUANGAN SUKU NAGA
"Langit di luar, langit di dalam, bersatu dalam jiwa!"


Sang Surya memancar, dunia tergelar lebar
Anak-anak bermain, leluhur berikan berkahnya
Kemarin dan esok adalah hari ini
Bencana dan keberuntungan sama saja
Kemarin dan esok adalah hari ini
Bencana dan keberuntungan sama saja

Pohon buah, pohon kayu, sgala macamnya saudara kita
Harus lindungi mereka, inilah hubungan alam
Kemarin dan esok adalah hari ini
Bencana dan keberuntungan sama saja
Kemarin dan esok adalah hari ini
Bencana dan keberuntungan sama saja

Langit di luar, langit di dalam, bersatu dalam jiwa
Langit di luar, langit di dalam, bersatu dalam jiwa



VIVA TEATER, VIVA SUKU NAGA, VIVA JUBAH MACAN!





P.S.: Aku bakal tetep simpan kostum anak-anak Suku Naga-ku, kostum yang gembelnya infinity. Itu bakalan jadi kenang-kenangandari Penbes Suku Naga yang tak ternilai harganya! ;)

TEATER JUBAH MACAN PADMANABA


Ini post prolog.

Awalnya, motivasiku ikut ekskul ini adalah, karena teater itu menarik, bebas, kreatif, menyenangkan. Kemudian aku mulai ikut bergabung latihan rutin setiap hari Rabu. Harus berani malu, cuma itu sebenarnya modal di sini dan pikiran orang awam kebanyakan. Ya memang.

Aku belajar akting, preparasi, menghayati keadaan, menanggapi alam, dan berimajinasi seluas-luasnya. Lebih dari itu, teman-teman dan kakak-kakak kelas, serta alumni yang membantu mengenalkanku dunia teater, dunia yang memiliki ilmu khusus tak terbatas yang biasa dianggap sepele orang awam. Kami belajar bersama-sama, karena kami semua merasa sama sekali belum bisa berakting, menjadi aktor atau aktris yang baik.

Saat pelantikan, aku diharuskan berakting sebebas mungkin. Tahan malu, improvisasi yang maksimal, pura-pura mengalami itu sebenarnya, dan capek pasti. Sampai akhirnya mukaku dibasuh lumpur wangi, diiringi sebuah nyanyian ala pentas teater, dan jadilah aku,

seorang MACAN,
bagian dari keluarga JUBAH MACAN.

Yang harus disiapkan selanjutnya adalah, mempersiapkan diri menghadapi dan berproses untuk menghasilkan Pentas Besar yang menjadi taring tajam, auman paling menggema, dan jubah termegah,

TEATER JUBAH MACAN PADMANABA

Tuesday, 12 April 2011

Istirahat

Istirahat dulu ah. Capek. Mataku udah perih. Tanganku udah terdiam kaku. Kakigak sanggup lagi buat berjalan-jalan. Capek. Pengen istirahat. Liburan........... Kapan kamu datang? Aku udah capek, pengen liburan........